Media Kampung – Sydney mengalami penundaan peluncuran kapal feri listrik pertamanya hingga tahun 2028, dua tahun lebih lambat dari rencana awal, sementara ambisi pemerintah untuk mengubah seluruh armada feri milik negara menjadi listrik atau hidrogen pada 2035 mulai diragukan.
Pemerintah New South Wales telah menandatangani kontrak dengan pembuat kapal Richardson Devine Marine dari Hobart untuk memulai pembangunan kapal feri listrik pertama yang berukuran 24 meter pada akhir tahun ini. Kapal tersebut akan menjalani masa uji coba selama satu tahun sejak awal 2028, dan diharapkan dapat melayani rute menuju pasar ikan baru senilai 836 juta dolar di Blackwattle Bay pada 2029.
Untuk mendukung operasi kapal feri listrik ini, infrastruktur pengisian baterai akan dipasang di dermaga Barangaroo. Kapal ini didesain berdasarkan kelas Parramatta River yang baru, hasil rancangan arsitek laut Sydney, Incat Crowther. Total biaya pembangunan kapal dan instalasi pengisian diperkirakan mencapai 20 juta dolar.
Dua tahun lalu, pemerintah mengumumkan rencana menengah untuk menggantikan semua feri berbahan bakar diesel di armada negara yang terdiri dari 40 kapal dengan feri listrik atau hidrogen buatan lokal pada tahun 2035. Rencana awal menargetkan uji coba kapal feri listrik pertama kelas Parramatta River pada awal tahun ini, namun penundaan ini mengubah jadwal tersebut.
Keputusan untuk melanjutkan investasi pada kapal feri listrik tambahan akan bergantung pada hasil evaluasi performa dan jangkauan layanan dari kapal feri listrik pertama selama masa uji coba. Transport for NSW bersama operator swasta Transdev akan melakukan penilaian tersebut.
Menteri Transportasi John Graham menyatakan bahwa uji coba kapal feri listrik di Sydney Harbour merupakan langkah penting dalam transisi armada dari bahan bakar diesel ke energi bersih. “Kapal feri buatan Australia yang dirancang untuk pantai utara ini akan menawarkan perjalanan yang lebih tenang dan udara yang lebih bersih di pelabuhan,” ujarnya.
Konsultan feri independen, Robin Sandell, menyebutkan bahwa instalasi infrastruktur pengisian di dermaga menjadi tantangan utama dalam elektrifikasi armada. Selain itu, waktu pengisian yang memakan waktu lebih lama akan menambah tekanan pada kapasitas dermaga, khususnya di Circular Quay.
Sandell juga menyoroti bahwa beberapa rute feri seperti Watsons Bay membutuhkan kecepatan tinggi, sedangkan kapal feri listrik cepat masih sangat terbatas secara global. Sedangkan untuk rute Parramatta River yang panjang, waktu berhenti yang lebih lama di kedua ujung rute diperlukan agar pengisian baterai dapat dilakukan secara optimal.
Howard Collins, koordinator umum Transport for NSW, mengatakan uji coba selama 12 bulan dimulai awal 2028 memungkinkan pengujian performa, keandalan, dan sistem pengisian dalam kondisi nyata. Hasil dari percobaan ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan armada feri listrik di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan