Media Kampung – Kabupaten Solok dinilai memiliki potensi besar sebagai daerah penopang pangan nasional, terutama untuk komoditas beras, bawang merah, dan hortikultura. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong Solok untuk memperkuat peran strategis ini dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian untuk menjaga kapasitas produksi pangan. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah memperkuat strategi stabilisasi harga dan distribusi pangan nasional.
Stok beras nasional hingga Mei 2026 mencapai 29,33 juta ton, dengan surplus sekitar 16,39 juta ton. Sementara itu, jagung surplus 4,35 juta ton dan gula konsumsi surplus 632 ribu ton. Kondisi ini merupakan bagian dari upaya penguatan swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Solok juga mengembangkan berbagai program untuk mendukung pertanian, termasuk proyek perbenihan bawang putih seluas 25 hektare dan pengembangan kopi rakyat, sapi perah, serta cetak sawah baru. Program Si Abang atau Sistem Informasi Angkutan Barang Gratis juga dijalankan untuk membantu distribusi hasil pertanian dari lahan menuju pasar.
Bapanas juga menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan segar dan mendorong hasil pertanian Solok masuk rantai pasok program Makan Bergizi Gratis untuk memperkuat pasar petani lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan