Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana menutup 172 perlintasan rel sekaligus merevitalisasi 1.638 perlintasan lainnya demi menurunkan angka kecelakaan kereta api.

Penutupan 172 titik perlintasan dipilih berdasarkan analisis risiko tertinggi yang telah dilakukan oleh tim keselamatan KAI.

Revitalisasi mencakup pemasangan pagar otomatis, sinyal peringatan visual, dan perbaikan permukaan lintasan pada 1.638 lokasi.

Data resmi KAI mencatat 948 korban kecelakaan kereta api dalam rentang tahun 2023 hingga 2026, menegaskan urgensi tindakan tersebut.

Pihak KAI menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta di seluruh Indonesia.

Setiap perlintasan yang ditutup akan digantikan dengan alternatif lintasan atau jalur penyeberangan yang telah disesuaikan standar keamanannya.

Proses revitalisasi melibatkan kontraktor terpilih yang berpengalaman dalam instalasi sistem pengaman kereta api modern.

Penggunaan teknologi sensor otomatis diharapkan dapat mengurangi keterlambatan kereta sekaligus memperkecil peluang tabrakan dengan kendaraan.

KAI juga berkoordinasi dengan kepolisian serta pemerintah daerah untuk mengatur lalu lintas sementara di sekitar perlintasan yang sedang ditutup atau diperbaiki.

Statistik kecelakaan sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar insiden terjadi pada perlintasan yang tidak dilengkapi sistem peringatan elektronik.

Latar belakang kebijakan ini adalah tingginya angka kecelakaan lintas rel yang menelan korban jiwa dan kerugian material setiap tahunnya.

Pemerintah Indonesia telah menekankan pentingnya penertiban perlintasan rel dalam agenda nasional keselamatan transportasi.

Dengan menutup perlintasan yang berbahaya dan memperbaiki sisanya, KAI menargetkan penurunan signifikan pada angka korban kecelakaan dalam lima tahun ke depan.

Implementasi program ini akan dipantau oleh Badan Pengawas Transportasi Darat (BPTD) untuk memastikan kepatuhan standar keselamatan.

Sejauh ini, lebih dari 50 perlintasan telah selesai ditutup dan 300 lainnya tengah dalam tahap persiapan material.

KAI menjanjikan transparansi melalui publikasi rutin progres proyek pada portal resmi perusahaan.

Jika seluruh target tercapai, Indonesia akan memiliki jaringan rel kereta yang jauh lebih aman bagi penumpang dan pengguna jalan.

Pengawasan berkelanjutan dan edukasi publik tentang bahaya lintas rel tetap menjadi bagian penting dari strategi keseluruhan KAI.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.