Media Kampung – Tim SAR gabungan melanjutkan hari keempat pencarian korban yang hanyut di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember pada Rabu 29 April 2026.
Operasi sebelumnya pada Selasa 28 April tidak menemukan jejak korban meski tim bekerja dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Korban yang dicari bernama Buyang alias Lakis, berusia 35 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.
Saat ini statusnya masih “dalam pencarian”, dan pihak berwenang terus mengupayakan penemuan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai.
“Kendala utama yang dihadapi adalah kondisi sungai berbatuan dan arus yang cukup deras,” ujar I Made Oka Astawa.
Tim SAR melibatkan Rescue Pos SAR Jember, TNI, Polri, BPBD Jember, PMI, relawan, serta warga setempat.
Cuaca di lokasi dilaporkan mendung, namun masih memungkinkan untuk melanjutkan operasi pencarian.
Pada hari Rabu, tim kembali memulai penyisiran pada pukul 07.00 WIB dengan fokus pada area yang belum terlewati sebelumnya.
Arus sungai yang deras dan batuan besar menghambat visibilitas serta memperlambat gerakan penyelam.
Petugas menggunakan perahu kecil dan peralatan sonar portable untuk mendeteksi benda di dasar sungai.
Setiap anggota tim dilengkapi dengan pakaian pelindung, helm, serta tali pengaman guna mencegah kecelakaan.
Relawan lokal membantu dengan penyiapan pos penampungan dan penyediaan logistik makanan serta minuman.
BPBD Jember menyediakan unit ambulans siap siaga untuk penanganan darurat bila korban ditemukan.
Polri berperan mengamankan area sekitar sungai agar tidak ada pihak yang mengganggu proses pencarian.
TNI menugaskan satuan khusus untuk pengawasan daerah hulu dan hilir guna mengantisipasi bahaya tambahan.
PMI menyiapkan tim medis yang siap memberikan pertolongan pertama dan transportasi ke rumah sakit terdekat.
Warga setempat diminta meningkatkan kewaspadaan saat berada di tepi sungai, terutama pada kondisi arus deras.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengingatkan masyarakat untuk tidak berenang atau memancing di daerah rawan aliran cepat.
Sejumlah ahli hidrologi diminta memberikan analisis mengenai pola aliran dan potensi bahaya di Sungai Garahan.
Data historis menunjukkan bahwa Sungai Garahan pernah menjadi lokasi beberapa insiden tenggelam dalam lima tahun terakhir.
Pihak kepolisian mencatat bahwa korban tidak membawa peralatan keselamatan pribadi pada saat kejadian.
Investigasi awal menyatakan bahwa korban kemungkinan terjatuh akibat tergelincir di batuan licin.
Tim SAR terus memperbarui peta zona pencarian berdasarkan temuan terbaru dan laporan saksi.
Setiap malam, tim melakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi hasil hari sebelumnya dan menyusun strategi keesokan hari.
Media lokal dan nasional meliput proses pencarian, meningkatkan kesadaran publik akan bahaya sungai selama musim hujan.
Di media sosial, masyarakat menyampaikan dukungan moral kepada tim SAR serta keluarga korban.
Keluarga korban mengharapkan kabar baik dan mengucapkan terima kasih atas upaya semua pihak yang terlibat.
Jika ada informasi tambahan, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada posko SAR terdekat.
Operasi pencarian diperkirakan akan berlanjut hingga korban ditemukan atau dinyatakan tidak dapat diselamatkan.
Penghentian sementara hanya akan dilakukan bila kondisi cuaca atau keamanan mengancam keselamatan tim.
Kondisi Sungai Garahan pada akhir pekan diprediksi tetap berarus deras, menuntut kehati-hatian ekstra.
Pencarian korban tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh aparat dan relawan yang terlibat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan