Media Kampung – Seorang pria berusia 35 tahun terseret arus saat mandi di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dan hingga kini belum ditemukan.

Insiden dilaporkan pada Minggu, 26 April 2026, sekitar pukul 19.20 WIB setelah tim SAR menerima laporan dari Kanit Polsek Sempolan, Bripka Dwi.

I Made Oka Astawa, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, menyatakan laporan tersebut masuk pada jam tersebut dan mengonfirmasi bahwa korban hilang setelah mandi di sungai sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban bernama Buyang, warga Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, diketahui memiliki pekerjaan sebagai petani lokal.

Tim Rescue Pos SAR Jember yang beranggotakan lima personel berangkat ke lokasi pada pukul 19.39 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 20.25 WIB.

Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Sempolan, Babinsa, serta warga sekitar, dengan peralatan perahu karet bermotor, peralatan SAR air, Aqua Eye, kendaraan operasional, dan perlengkapan medis.

Berbagai unsur termasuk aparat keamanan, relawan, dan penduduk setempat turut membantu penyisiran di sekitar titik hilangnya korban.

Proses pencarian terus berlangsung dengan penyisiran menyeluruh di area yang berpotensi menampung korban, meskipun kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan.

Cuaca yang relatif tenang tidak mengurangi tantangan teknis karena arus Sungai Garahan masih cukup kuat pada sore hari.

Kasus serupa pernah terjadi di daerah sekitarnya, menimbulkan kekhawatiran akan bahaya mandi di sungai tanpa pengawasan khusus.

Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas mandi di sungai saat arus deras dan selalu memperhatikan peringatan keamanan setempat.

Hingga saat penulisan, tim SAR belum menemukan jejak korban dan pencarian masih dilanjutkan sepanjang malam.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.