Media Kampung – 13 April 2026 | Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, mengajukan usulan rute Transjabodetabek yang akan menghubungkan Jakarta langsung ke Bogor.
Usulan tersebut disampaikan pada pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada minggu ini.
Rute baru diusulkan melewati jalan utama Bogor, termasuk Jalan Pajajaran dan Jalan Siliwangi, untuk memudahkan akses penumpang.
Jika disetujui, layanan Transjakarta akan memperpanjang koridor 12 hingga ke Terminal Bogor Barat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih dalam tahap kajian teknis untuk menilai kelayakan operasional dan infrastruktur yang dibutuhkan.
Studi tersebut meliputi analisis kepadatan penumpang, kebutuhan armada, serta integrasi dengan sistem pembayaran elektronik.
Wali Kota Bogor menekankan bahwa rute ini dapat mengurangi kemacetan lintas kota dan menurunkan emisi kendaraan pribadi.
Ia menambahkan bahwa Transjakarta akan menjadi alternatif transportasi yang terjangkau bagi warga Bogor.
Dengan rute baru, diharapkan penumpang harian dapat berkurang hingga 15% dalam tiga tahun pertama operasional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran awal sebesar Rp150 miliar untuk pembangunan infrastruktur terminal di Bogor.
Anggaran tersebut mencakup pembangunan halte khusus, fasilitas parkir sepeda, dan instalasi sistem informasi penumpang real time.
Pengembangan rute ini juga melibatkan PT. Transjakarta sebagai operator utama layanan bus rapid transit.
PT. Transjakarta akan menambah 30 armada bus listrik untuk melayani rute Bogor-Jakarta.
Penggunaan bus listrik diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi fosil sebesar 20% dibandingkan bus diesel.
Wali Kota Dedie menyatakan kesiapan pemerintah kota Bogor untuk menyediakan lahan strategis bagi terminal baru.
Ia menambahkan bahwa proses perizinan akan dipercepat agar proyek dapat dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.
Beberapa warga Bogor menyambut baik usulan tersebut, mengingat kebutuhan mobilitas yang semakin meningkat.
Seorang pengguna transportasi umum, Budi Santoso, mengatakan bahwa rute baru akan menghemat waktu perjalanan hingga satu jam.
Namun, beberapa pihak mengkhawatirkan potensi gangguan pada lalu lintas lokal selama pembangunan halte.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kota berencana melakukan kerja sama dengan kepolisian lalu lintas dalam penataan sementara.
Selain itu, studi lingkungan menunjukkan dampak minimal terhadap kawasan hijau di sekitar rute yang diusulkan.
Pemerintah DKI Jakarta juga mempertimbangkan integrasi tiket elektronik melalui aplikasi JakCard yang sudah ada.
Integrasi ini memungkinkan penumpang melakukan pembayaran lintas provinsi tanpa harus membeli kartu baru.
Rencana peluncuran rute baru diperkirakan pada awal 2025, menyusul selesainya fase konstruksi.
Pada tahap awal, layanan akan beroperasi dengan frekuensi 10 menit pada jam sibuk.
Seiring peningkatan permintaan, frekuensi akan diturunkan menjadi 5 menit pada jam puncak.
Pemerintah Kabupaten Bogor turut mendukung inisiatif ini dengan menyiapkan jalur khusus bus di beberapa ruas utama.
Penggunaan jalur khusus diharapkan meningkatkan kecepatan rata-rata bus hingga 30 km/jam.
Seluruh rencana ini masih berada pada fase perencanaan, namun antusiasme publik menunjukkan potensi keberhasilan proyek.
Jika usulan diterima, Transjakarta akan menjadi satu-satunya layanan BRT yang menembus wilayah Bogor secara langsung.
Situasi terkini menunjukkan bahwa pertemuan lanjutan antara pemerintah kota Bogor dan DKI Jakarta dijadwalkan pada bulan depan.
Pertemuan tersebut akan membahas detail teknis, jadwal pembangunan, serta mekanisme pembiayaan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan