Media Kampung – Warga Sumatra mengalami pemadaman listrik total yang berlangsung dari Magrib hingga Subuh, yang berdampak signifikan terhadap aktivitas bisnis, khususnya toko oleh-oleh di Banda Aceh. Salah satu pemilik toko oleh-oleh, Liya, mengungkapkan bahwa penjualannya menurun drastis selama pemadaman berlangsung meskipun jalanan di sekitar tokonya tetap ramai dilalui masyarakat.
Liya menjelaskan bahwa toko miliknya mengalami pemadaman sejak Magrib dan baru kembali menyala saat Subuh. Kondisi ini membuat pembeli enggan masuk karena minimnya penerangan dan ketidaknyamanan berbelanja dalam gelap. Ia mengaku mengalami kerugian bukan hanya dari sisi waktu berjualan, tetapi juga menurunnya jumlah pengunjung serta potensi penjualan yang hilang.
Meski begitu, Liya tetap membuka tokonya selama pemadaman, walaupun tanpa adanya penerangan yang memadai karena belum memiliki genset. Ia menyatakan bahwa pemadaman listrik di kawasan pusat kota Banda Aceh jarang terjadi, sehingga pelaku usaha kecil seperti dirinya belum terpikir untuk menyediakan alat cadangan listrik. Kondisi ini membuat usaha kecil menengah (UMKM) paling terdampak saat terjadi pemadaman dalam waktu lama.
Gangguan besar pada jaringan kelistrikan di Sumatra Bagian Utara terjadi pada Jumat malam, 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.44 WIB. Pemadaman meluas ke berbagai daerah termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Akibatnya, banyak aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari sulitnya akses internet hingga kegelapan yang menyulitkan aktivitas malam hari.
Selain berdampak pada kehidupan sehari-hari, pemadaman juga menghambat kegiatan usaha masyarakat. Banyak toko dan pelaku UMKM yang mengalami kesulitan menjalankan operasional karena tidak ada pasokan listrik. Liya berharap pemerintah dapat mengambil langkah agar gangguan serupa tidak kembali terjadi agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat berjalan normal kembali.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha kecil di Sumatra untuk mempertimbangkan kesiapan menghadapi gangguan listrik, termasuk menyediakan genset sebagai cadangan. Sementara itu, kondisi terbaru menunjukkan listrik telah kembali menyala saat Subuh, namun dampak dari pemadaman semalaman masih dirasakan oleh banyak pelaku usaha di wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan