Media Kampung – Indonesia berhasil menempati peringkat kedua dalam Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) yang melibatkan 116 negara di dunia. Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan transparansi pelaporan belanja perpajakan.
GTETI merupakan indeks global pertama yang menilai kualitas pelaporan insentif perpajakan secara komparatif. Penilaian dilakukan berdasarkan keteraturan, kualitas, serta kelengkapan data yang diterbitkan oleh masing-masing negara. Indeks ini menggunakan data dari Global Tax Expenditures Database (GTED) sebagai acuan utama.
Deni menekankan bahwa posisi Indonesia dalam indeks ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekitar 70 persen dari total belanja perpajakan yang mencapai Rp389 triliun pada 2025 dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pokok seperti bahan makanan, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi.
Selain itu, insentif perpajakan ini juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja yang berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelaporan dan melakukan evaluasi atas pemanfaatan kebijakan insentif tersebut agar manfaatnya lebih optimal bagi perekonomian nasional.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola fiskal yang transparan dan akuntabel di Indonesia. Dengan transparansi yang semakin baik, diharapkan kepercayaan publik dan investor terhadap pengelolaan keuangan negara akan meningkat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan