Media Kampung – Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang digunakan pemerintah sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial. Melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat dapat mengetahui posisi desil keluarga mereka hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada laman resmi yang disediakan oleh Kementerian Sosial.
Desil terbagi menjadi 10 kelompok, masing-masing mewakili 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 mencakup keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan kesejahteraan tertinggi. Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada pendapatan, melainkan mempertimbangkan berbagai variabel sosial dan ekonomi seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, dan kepemilikan aset.
Pengelompokan ini bersifat dinamis dan dapat diperbarui melalui desa, kelurahan, dinas sosial, atau aplikasi cek bansos. Data desil digunakan untuk menentukan sasaran bantuan sosial, di mana kelompok desil 1 hingga 4 (40 persen terbawah) berpotensi menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako. Sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Untuk mengecek posisi desil keluarga, berikut langkah mudah yang bisa dilakukan:
- Buka laman Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di alamat resmi yang disediakan pemerintah.
- Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Hasil pencarian akan menampilkan posisi desil keluarga dan informasi terkait bantuan sosial yang mungkin diterima.
Meski demikian, keluhan muncul dari masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Hal ini disebabkan oleh belum sempurnanya pembaruan data, karena pendataan terakhir dilakukan pada tahun 2022 dan masih ada sekitar 17 persen data yang belum diperbarui secara berkala. Pemerintah tengah berupaya melakukan pemutakhiran data melalui digitalisasi perlindungan sosial agar data lebih akurat dan tepat sasaran.
Selain itu, desil juga menjadi acuan dalam kebijakan pembatasan subsidi bahan bakar minyak, seperti Pertalite, yang direncanakan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 8, sementara desil 9 dan 10 yang tergolong kelompok ekonomi atas akan dibatasi aksesnya.
Dengan memahami konsep dan cara cek desil, masyarakat dapat lebih sadar akan posisi kesejahteraan mereka berdasarkan data resmi pemerintah serta peluang mendapatkan bantuan sosial yang sesuai. Ini juga membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran demi keadilan sosial dan efisiensi anggaran.














Tinggalkan Balasan