Media Kampung – Pemerintah menargetkan peluncuran sistem Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) pada Oktober hingga November 2026. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan implementasi secara nasional akan dilakukan bertahap hingga akhir tahun.
Perlinsos Digital merupakan sistem berbasis Digital Public Infrastructure (DPI) yang dirancang untuk menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran. Sistem ini sudah mengintegrasikan data dari delapan instansi secara real time, antara lain Dukcapil, BPJS Ketenagakerjaan, Kemensos, dan BKN.
Saat ini, uji coba telah berlangsung di 42 kabupaten/kota. Salah satunya di Banyuwangi, di mana 350 ribu warga telah mendaftar pada September 2025. Luhut menargetkan seluruh warga di 42 daerah tersebut sudah mendaftar pada Juli 2026.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi uji coba pada awal Juli 2026. Luhut mengusulkan kunjungan ke Surabaya, Banyuwangi, atau Bali untuk memantau perkembangan sistem.
Untuk kebutuhan server, sementara ini Perlinsos Digital akan menggunakan Pusat Data Nasional (PDN) di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital. Ke depannya, PT Telkom (Persero) akan dilibatkan agar tidak membebani APBN.
Luhut menambahkan bahwa digitalisasi ini tidak terbatas pada bansos, tetapi akan mencakup seluruh sektor. Data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berpeluang menggunakan sistem yang sama, tergantung kebijakan Presiden.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




