Media KampungBadan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 372 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Timur. Penutupan ini disebabkan oleh ketidaklengkapan persyaratan administratif serta standar mutu higienitas dan sanitasi yang wajib dipenuhi oleh dapur-dapur tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi mendukung penuh keputusan tersebut sebagai upaya menjaga mutu porsi MBG yang disalurkan kepada masyarakat. Salah satu dokumen penting yang belum dimiliki oleh banyak SPPG adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tanpa sertifikat ini, operasional dapur-dapur MBG secara resmi dilarang berlanjut untuk menghindari risiko kesehatan dalam penyediaan makanan bergizi.

Emil menambahkan bahwa batas waktu pemenuhan SLHS telah diberikan, namun masih terdapat SPPG yang tetap beroperasi tanpa memenuhi persyaratan tersebut. Penutupan ini merupakan langkah preventif dan bukan keputusan yang mudah, namun diperlukan untuk mengurangi potensi risiko dalam proses produksi dan distribusi MBG.

Khusus di Kabupaten Sampang, sebanyak 27 SPPG juga ditutup karena belum memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), yang menjadi salah satu persyaratan operasional penting. Sebelumnya, BGN dan Satgas MBG Sampang telah memberikan beberapa kali peringatan, namun tidak diindahkan sehingga berujung pada penutupan sementara.

Emil menegaskan, seluruh dapur MBG diharapkan dapat melengkapi persyaratan yang diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan aman dan efektif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan BGN, mulai dari tingkat regional, koordinasi wilayah, kabupaten/kota, hingga kepala satuan pelayanan di lapangan untuk memastikan pemenuhan standar yang berlaku.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan inisiatif yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak dan menekan angka stunting, sekaligus memberdayakan petani dan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan. Program ini diharapkan dapat mencetak generasi yang sehat dan unggul demi masa depan Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.