Media Kampung – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan jenazah bagi dua jemaah haji asal daerah tersebut yang meninggal dunia di Makkah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua jemaah wafat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah.

Identitas Jemaah yang Wafat

Kepala Kemenhaj Sampang, Sayfuddin, mengungkapkan bahwa kedua jemaah berasal dari kelompok terbang (kloter) yang berbeda. Muhammad Tohir M. Suud Burhan, warga Jalan Tengku Umar, Kota Sampang, tergabung dalam Kloter 67. Ia meninggal dunia pada Kamis, 28 Mei 2026, setelah menjalani perawatan medis. Sementara itu, Slamet Riyadi Miad, warga Perumahan Puri Matahari, Kota Sampang, merupakan anggota Kloter 68. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit An Nur, Makkah, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Prosedur Penanganan Jenazah

Pihak Kemenhaj Sampang menegaskan bahwa penanganan jenazah kedua jemaah telah mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan. Sayfuddin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap mereka diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi takdir Allah SWT.

Dampak pada Jumlah Jemaah Pulang

Pada musim haji tahun ini, total jemaah asal Kabupaten Sampang yang berangkat ke Tanah Suci berjumlah 618 orang. Dengan adanya kabar duka ini, jumlah jemaah yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 19 Juni 2026 menjadi 616 orang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.