Media Kampung – Dunia fashion bukan sekadar tentang busana, tetapi juga cara membangun identitas dan menyampaikan cerita melalui tampilan visual. Prinsip ini diusung oleh Bina Kamila, seorang Creative Director berusia 23 tahun yang merupakan lulusan Fashion Business dari LaSalle College Jakarta. Dalam perannya, Bina mengembangkan identitas visual untuk girl group South Queen.

Identitas Visual South Queen

Dengan pendekatan kreatif yang memadukan karakter personal, storytelling, dan budaya Indonesia, Bina berupaya menghadirkan tampilan yang selaras dengan karakter musik South Queen, yang mengeksplorasi perpaduan hip-hop dan dangdut atau hipdut dengan sentuhan gaya Western.

Pada keterangannya kepada awak media di Jakarta, Bina mengungkapkan bahwa ketertarikan terhadap fashion telah tumbuh sejak kecil. Lingkungan keluarganya yang mencintai dunia mode memperkenalkannya pada proses menjahit dan menciptakan karya. Pengalaman ini membentuk pandangannya bahwa fashion memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar estetika. Baginya, pilihan busana, warna, dan siluet dapat menjadi bahasa visual untuk menggambarkan kepribadian sekaligus menyampaikan pesan tanpa kata-kata. “Fashion has always been my escape, and eventually became my language,” ungkapnya.

Perjalanan Kreatif

Pendidikan di LaSalle College Jakarta memperkaya pemahaman Bina tentang hubungan antara konsep, estetika, strategi, dan pembentukan identitas visual. Saat ini, ia menekuni bidang creative direction dan styling dengan fokus menerjemahkan gagasan menjadi tampilan yang relevan dengan karakter setiap proyek.

Membangun Citra Grup

Keterlibatan Bina sebagai Creative Director South Queen menjadi ruang untuk menerapkan pendekatan kreatif tersebut. Girl group ini mengusung konsep hipdut, perpaduan hip-hop dan dangdut yang menghadirkan pengaruh musik global sekaligus mempertahankan karakter musik Indonesia. Dalam mengembangkan identitas visual South Queen, Bina memadukan energi musik, karakter masing-masing personel, dan pengaruh budaya populer internasional ke dalam satu konsep yang saling terhubung. Nama South Queen juga menjadi inspirasi dalam membangun citra grup yang modern, ekspresif, dan berani.

Bina mengeksplorasi gaya Western yang dekat dengan kultur anak muda urban, termasuk gaya yang diasosiasikan dengan kawasan Jakarta Selatan, lalu memadukannya dengan elemen visual yang merepresentasikan karakter dangdut. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan tampilan yang tidak hanya mengikuti tren tetapi juga memperkuat karakter South Queen sebagai grup dengan identitas musik yang memadukan dua pengaruh berbeda.

Tantangan dalam Styling

Bagi Bina, tantangan dalam styling tidak hanya menciptakan keseragaman penampilan seluruh personel. Ia melihat setiap anggota sebagai individu dengan kepribadian, fitur, dan karakter yang unik, sehingga perlu pendekatan tersendiri untuk masing-masing.