Media Kampung – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, KH. Anim Falachuddin Mahrus, mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat tiga aspek strategis dalam penanganan bencana di Kota Kediri. Hal ini disampaikan saat Sosialisasi Relawan dan Santri Peduli Bencana di ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri pada 20 Oktober 2026.

Tiga Aspek Strategis

Tiga aspek yang ditekankan oleh Mahrus adalah sosialisasi dan pembelajaran kepada masyarakat, pemenuhan kebutuhan peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemberdayaan santri sebagai aset penting dalam kesiapsiagaan bencana.

Peningkatan Kesadaran Masyarakat

BNPB diminta untuk memperkuat pembelajaran kepada masyarakat dengan fokus pada dua hal. Pertama, kesadaran menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana. Kedua, panduan langkah-langkah yang harus diambil oleh masyarakat ketika menghadapi bencana. “Masyarakat perlu memahami urutan tindakan yang harus diambil saat bencana terjadi,” jelas Mahrus.

Pemenuhan Kebutuhan Peralatan

Mahrus juga menyambut baik komitmen BNPB dalam memenuhi kebutuhan peralatan BPBD Kota Kediri yang kini sebagian besar sudah tua dan memerlukan peremajaan. “Alhamdulillah, anggaran BNPB tahun ini cukup besar. Kami berharap BNPB memperhatikan kebutuhan peralatan BPBD Kota Kediri,” tambahnya.

Peran Santri dalam Penanganan Bencana

Mengingat Kediri dikenal sebagai Kota Santri, Mahrus menekankan pentingnya melibatkan santri secara aktif dalam penanganan bencana. “Santri tidak hanya diharapkan untuk mendoakan keselamatan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ikut berpartisipasi dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Sangat disayangkan jika santri tidak dilibatkan,” ujarnya.

Pelatihan Penanganan Bencana

Ke depan, direncanakan pelatihan untuk santri dalam penanganan awal bencana agar mereka siap membantu masyarakat di sekitarnya.

Apresiasi dari BNPB

Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, juga hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI Komisi VIII, dan Pemkot Kediri. BNPB memperhatikan posisi geografis Kota Kediri yang dikelilingi perbukitan dan pegunungan, yang meningkatkan potensi ancaman bencana. Pembangunan besar seperti Bandara Dhoho perlu diimbangi dengan kesiapan penanggulangan bencana agar investasi berjalan aman.

BNPB mengingatkan bahwa keberadaan ribuan santri, pondok pesantren, dan relawan di Kota Kediri merupakan kekuatan luar biasa yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam penanganan bencana.