Media Kampung – IDX mengumumkan rencana untuk memisahkan saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah ini diharapkan dapat menjadikan IHSG lebih representatif dengan mengurangi pengaruh dari saham-saham yang dimiliki secara terkonsentrasi.
Dampak terhadap IHSG dan Saham Terkait
Meskipun jadwal penerapan pemisahan ini belum diumumkan, langkah ini berpotensi mempengaruhi minat investor institusi terhadap saham HSC. Investor diharapkan lebih memperhatikan konsentrasi kepemilikan, likuiditas, dan fundamental bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.
Saat ini, terdapat sekitar 80 saham HSC di IDX, dengan total nilai pasar free float mencapai sekitar Rp423 triliun, atau sekitar 19 persen dari total nilai pasar free float IHSG yang sebesar Rp2.162 triliun. Jika IHSG mengecualikan saham-saham HSC, indeks tersebut diperkirakan akan berada di sekitar 4.020.
Kredibilitas IHSG
Pemisahan ini tidak dianggap buruk secara teknis. Sebaliknya, hal ini dapat meningkatkan kredibilitas IHSG sebagai indeks pasar saham karena pergerakannya akan lebih menyesuaikan dengan tren harga saham yang dianggap likuid. Ini bisa mengurangi irasionalitas pasar yang sering muncul akibat pergerakan saham HSC yang tidak wajar.
Risiko bagi Saham HSC
Salah satu risiko terbesar bagi saham HSC adalah berkurangnya eksposur dari fund manager. Biasanya, fund manager mengukur kinerja mereka berdasarkan indeks acuan seperti IHSG. Dengan dikeluarkannya saham HSC dari perhitungan IHSG, ada kemungkinan bahwa fund manager akan mengesampingkan saham-saham tersebut dalam portofolio mereka, terutama fund manager asing yang lebih aktif.
Dengan keluarnya saham HSC dari MSCI, implikasi ini menjadi semakin nyata. Investor diharapkan untuk tetap mencermati perkembangan ini dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan kondisi pasar yang berubah.













