Media Kampung – IHSG masih mencatatkan penurunan pada 19 Oktober 2026, seiring dengan rencana MSCI untuk mengonsultasikan potensi pasar saham Indonesia ke kategori Standalone Market. Meskipun IHSG tidak mengalami trading halt, kebijakan pembatasan ARB dari 15 persen menjadi 7 persen, dengan trading halt di 8 persen, tetap memberikan dampak signifikan.

Dalam menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk memburu saham-saham yang tidak termasuk dalam MSCI. Banyak saham non-MSCI saat ini mulai mengalami penurunan harga, memberikan peluang bagi investor untuk mencermati valuasi dan kualitas bisnisnya.

Key Takeaways

  • Banyak saham non-MSCI mulai murah.
  • Tekanan jual membuat saham dengan fundamental solid ikut terkoreksi.
  • Lima saham dengan katalis yang berbeda menarik untuk diperhatikan.

Daftar Saham Menarik

Berikut adalah lima saham non-MSCI yang menarik untuk dicermati:

  1. PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) – Memiliki peluang dari pertumbuhan data center.
  2. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) – Juga berpotensi dari pertumbuhan data center.
  3. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) – Didukung oleh kinerja solid dan aksi VTO ASII.
  4. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) – Mengandalkan ekspansi di sektor ban.
  5. PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA) – Memiliki potensi dari pengembangan blue ammonia.

Saham-saham ini memiliki potensi yang baik, namun investor perlu tetap selektif dengan memperhatikan keberlanjutan laba, potensi dividen, serta risiko bisnis yang ada.

Saat ini, tekanan jual di pasar menciptakan peluang bagi saham-saham yang sebelumnya mungkin kurang diperhatikan. Dengan kondisi pasar yang fluktuatif ini, banyak saham murah bertebaran, dan saat berita buruk mereda, saham-saham dengan fundamental solid diharapkan akan menjadi yang pertama bangkit.

Dengan isu MSCI yang masih akan berlanjut hingga tahun depan, di mana pengumuman klasifikasi pasar akan ditentukan maksimal pada Juni 2027, penting bagi investor untuk melakukan screening dan memilih saham yang tetap berkualitas.