Media Kampung, Purwakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menginisiasi program Gentengisasi yang bertujuan memberdayakan perajin genteng skala kecil dan UMKM di Jawa Barat agar dapat naik kelas dan berdaya saing secara nasional.
Program ini diwujudkan dengan pengiriman jutaan keping genteng produksi lokal dari sentra-sentra seperti Purwakarta dan Majalengka. Pada tahap awal, sebanyak 500.000 keping genteng telah dikirim menggunakan 125 truk, dengan target total pengiriman mencapai 2,4 juta keping genteng hingga November 2026 menggunakan 600 truk.
Memberdayakan UMKM dengan Pendampingan Terpadu
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa proses pembinaan perajin genteng membutuhkan kesabaran dan pendampingan yang harmonis agar produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan dapat bersaing. Ia menyatakan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya soal kecepatan produksi, melainkan juga keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil yang memerlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
Selain menyerap hasil produksi, Kementerian PKP bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak perbankan memberikan pendampingan dalam pembiayaan, peningkatan estetika produk, serta fasilitasi agar produk genteng memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan pendampingan ini, banyak UMKM yang sebelumnya belum memiliki sertifikat SNI kini telah mampu mengantongi standar tersebut.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Program Gentengisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi para perajin, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang positif untuk perekonomian lokal. Mulai dari subkontraktor, sopir truk pengangkut, hingga kenek yang terlibat dalam distribusi genteng mendapatkan manfaat ekonomi. Menurut Maruarar, hal ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil dan turut menghormati sejarah perajin genteng tradisional.
Sinergi Antarlembaga untuk Pengembangan UMKM
Sinergi antara Kementerian PKP, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dan Majalengka menjadi kunci dalam mendorong perajin genteng tradisional menjadi pilar utama penyedia material pembangunan perumahan rakyat yang berkualitas dan berdaya saing. Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi UMKM dalam industri bahan bangunan nasional.
Dengan keberlanjutan program Gentengisasi, pemerintah berharap UMKM perajin genteng dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta berkontribusi pada pembangunan perumahan yang layak dan terjangkau di Indonesia.














Tinggalkan Balasan