Media Kampung, Yogyakarta – Basarnas mendesak pengangkatan badan kapal KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan, agar proses evakuasi korban dapat segera dilakukan. Kapal yang sudah menyentuh dasar laut ini menjadi fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung.
Kondisi dan Proses Pengangkatan KM Virgo
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pengangkatan kapal tersebut sedang dalam proses koordinasi dengan pihak asuransi dan pemilik kapal. Pengangkatan kapal, pemindahan, hingga penenggelaman kembali merupakan wewenang Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Perhubungan Laut.
Syafii menjelaskan bahwa ukuran kapal yang mencapai panjang 120 meter, lebar 21 meter, dan tinggi 18 meter serta posisi kapal yang sudah menyentuh dasar laut menghadirkan tantangan tersendiri untuk proses pengapungan dan pengangkatan. Karena itu, upaya pengapungan kapal kemungkinan akan melibatkan negara yang memiliki kemampuan khusus dalam salvage kapal besar.
Tujuan Pengangkatan untuk Mempermudah Evakuasi
Pengangkatan kapal diharapkan dapat mempermudah proses evakuasi para korban yang kemungkinan masih terjebak di dalam bangkai kapal. Basarnas meminta agar amanah undang-undang mengenai penanganan kecelakaan kapal dapat segera dilaksanakan agar pencarian dan evakuasi dapat maksimal.
Operasi Pencarian yang Terus Berlanjut
Operasi SAR masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel. Laut Jawa dikenal memiliki arus yang sangat kuat, dengan kecepatan arus yang mencapai 6 hingga 7 knot pada saat operasi, jauh di atas kecepatan arus normal 1,5 knot. Kondisi ini membatasi pelaksanaan operasi underwater dan mengharuskan tim SAR memanfaatkan momen pasang surut yang lebih aman.
Data Korban dan Perkembangan Terbaru
Berdasarkan data manifes, KM Virgo mengangkut total 243 penumpang dan awak kapal. Hingga saat ini, 179 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang masih dalam pencarian aktif oleh tim SAR.
Upaya pengangkatan kapal dan pencarian korban menjadi fokus utama untuk memastikan keselamatan dan pemulihan korban kecelakaan ini. Koordinasi antara Basarnas, Kementerian Perhubungan, pihak asuransi, dan negara lain yang memiliki kemampuan salvage diharapkan dapat mempercepat proses penanganan.











Tinggalkan Balasan