Media Kampung, PagaralamHujan yang mengguyur Kota Pagaralam pada Jumat, 28 Agustus 2026, memberikan kelegaan sementara bagi masyarakat setelah beberapa hari menghadapi udara yang kurang nyaman akibat kabut asap. Meskipun hujan membantu membersihkan udara dari partikel asap, Rumah Sakit Daerah (RSD) Besemah mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan kabut asap.

Pelaksana Tugas Direktur RSD Besemah, Dr. Nanik Suwaji, M.Sc., SpPK, menjelaskan bahwa hujan memang berperan mengurangi partikel asap di udara, sehingga kualitas udara menjadi lebih baik. Namun, kondisi ini tidak berarti ancaman akibat kabut asap hilang sepenuhnya. Masyarakat tetap harus menjaga kesehatan, terutama saluran pernapasan, karena paparan asap masih bisa terjadi jika kabut asap masih terlihat atau kualitas udara belum sepenuhnya pulih.

Baca juga:

Dampak Kabut Asap pada Kesehatan

Kabut asap dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis. Paparan udara tercemar berpotensi memicu batuk, sesak napas, dan memperburuk kondisi seperti bronkitis dan asma. Selain gangguan pernapasan, kualitas udara yang buruk juga dapat menimbulkan iritasi pada mata, hidung tersumbat, serta iritasi tenggorokan.

Imbauan RSD Besemah untuk Masyarakat

RSD Besemah mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap hujan sebagai tanda bahwa ancaman kabut asap telah berakhir. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap antara lain:

Baca juga:
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu membersihkan saluran pernapasan.
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara masih berasap.
  • Memakai masker saat beraktivitas di luar, terutama masker bedah atau N95 yang efektif menyaring partikel asap.

Pentingnya Penggunaan Masker

Penggunaan masker yang benar sangat dianjurkan saat kondisi udara berkabut atau berasap. Masker harus menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan rapat dan tidak sering menyentuh bagian depan masker selama pemakaian. Untuk masker sekali pakai, pelepasan harus dilakukan dengan memegang tali masker dan segera dibuang ke tempat sampah tertutup.

Kesadaran dan Kewaspadaan Masyarakat

Meski hujan memberikan jeda dari paparan kabut asap, kewaspadaan tetap penting agar masyarakat dapat melindungi kesehatan diri dan keluarga, terutama bagi kelompok rentan. Dr. Nanik menegaskan agar masyarakat tidak panik, namun juga tidak lengah dalam menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap.

Baca juga:

Dengan memahami perubahan kondisi cuaca dan dampak kabut asap, masyarakat Pagaralam diharapkan dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama musim kabut asap berlangsung.