Media Kampung, Tangerang – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan mengalokasikan dana sebesar Rp456 miliar untuk menyelesaikan persoalan proyek hunian LRT City yang dikembangkan oleh anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Langkah ini diambil menyusul terhambatnya pembangunan yang berdampak pada lebih dari 2.000 konsumen yang telah melakukan pembayaran.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan pentingnya penyelesaian masalah tersebut agar tidak merugikan konsumen, khususnya mereka yang telah menginvestasikan tabungan bahkan untuk rumah pertama mereka. “Itu dzolim namanya jika kita membiarkan konsumen dirugikan,” ujar Dony dalam wawancara seusai pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dony menambahkan bahwa dana Rp456 miliar tersebut akan diberikan dalam bentuk suntikan modal (equity injection) dari Danantara Asset Management (DAM) kepada PT Adhi Karya dan anak usahanya sebagai upaya untuk menyelesaikan keterlambatan penyerahan unit hunian yang terjadi di beberapa lokasi proyek LRT City seperti Tebet, Ciracas, dan Cibubur.
Proyek LRT City yang dirancang sebagai hunian vertikal berbasis transit oriented development (TOD) ini mengalami kendala likuiditas dan penjualan sehingga menyebabkan terhentinya pembangunan serta keterlambatan penyerahan unit kepada konsumen. ADCP telah menawarkan beberapa solusi sementara seperti relokasi, pinjam pakai unit siap huni, serta menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor.
Dalam upaya penyelesaian ini, Dony juga telah melakukan pertemuan dengan manajemen PT Adhi Karya serta anak usahanya untuk memastikan komitmen penyelesaian masalah tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan dan tidak merugikan konsumen yang telah menunggu lama.
Selain itu, PT Adhi Karya juga tengah menjalankan transformasi bisnis dan restrukturisasi keuangan untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tekanan finansial yang sempat memicu suspensi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Restrukturisasi ini difokuskan pada penyehatan usaha, peningkatan efisiensi operasional, dan penguatan bisnis inti konstruksi.
Langkah Danantara yang menyiapkan dana substansial untuk menyelesaikan persoalan proyek LRT City diharapkan dapat mempercepat penyelesaian dan memulihkan kepercayaan konsumen serta menjaga stabilitas pengembangan properti yang strategis di kawasan Jabodetabek.













Tinggalkan Balasan