Media Kampung – Tiga band metal legendaris Indonesia, Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit, mengalami kendala serius selama rangkaian Cataclysmic Tour 2026 di Eropa akibat masalah dengan promotor Diablo Productions. Persoalan ini mengakibatkan pembatalan pertunjukan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, serta membuat ketiga band tersebut terlantar di Irlandia.
Rombongan tur yang terdiri dari 16 orang, termasuk personel dan kru ketiga band, menghadapi kegagalan promotor dalam memenuhi berbagai komitmen penting seperti penyediaan venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi. Setelah tampil di Lost Lane, Dublin, promotor tidak menyediakan transportasi dan akomodasi yang diperlukan untuk melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, sehingga konser di Cork batal digelar. Situasi serupa juga terjadi di London, di mana pihak venue The Underworld Camden menyatakan tidak menerima reservasi resmi dari promotor dan membatalkan acara karena tidak ada kejelasan dan pembayaran dari Diablo Productions.
Berbagai upaya internal telah dilakukan oleh ketiga band untuk menyelesaikan masalah, namun promotor dinilai kurang profesional dan tidak bertanggung jawab. Kejadian ini memunculkan dukungan solidaritas dari masyarakat, termasuk bantuan dari warga lokal Irlandia yang menyediakan tempat tinggal bagi rombongan dan membuka penggalangan dana untuk membantu biaya perjalanan mereka. Di Indonesia, komedian Boris Bokir dan Omesh turut memberikan donasi sebagai bentuk dukungan agar tur tetap dapat berlanjut.
Meskipun mengalami kendala di Irlandia dan Inggris, ketiga band memastikan rangkaian tur di Eropa lainnya tetap berjalan sesuai rencana dengan promotor baru, DF Bookings, yang mengambil alih sisa jadwal tur. Hal ini menjadi harapan bagi para penggemar agar Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit bisa melanjutkan penampilan mereka di pentas internasional tanpa hambatan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pelaku industri musik, terutama di skena musik ekstrem, agar selalu memastikan profesionalisme dan komunikasi yang baik dalam penyelenggaraan tur internasional demi menjaga kelangsungan karier musisi dan kepercayaan penggemar.















Tinggalkan Balasan