Media Kampung, Rio de JaneiroBotafogo berhasil mengalahkan Cienciano dengan skor 1-0 pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Copa Sul-Americana 2026 di Stadion Nilton Santos. Namun, hasil ini tidak cukup untuk membalikkan agregat, sehingga Botafogo resmi tersingkir dari kompetisi setelah kalah agregat 6-2 dari tim asal Peru tersebut.

Gol semata wayang Botafogo dicetak oleh Danilo Pereira pada menit ke-9, memanfaatkan umpan panjang dari Álvaro Montoro. Sejak awal pertandingan, Botafogo tampil agresif dengan tekanan tinggi untuk mengejar defisit besar yang diderita pada pertandingan leg pertama di Cusco, di mana mereka kalah telak 6-1.

Baca juga:

Meski menciptakan beberapa peluang emas, termasuk dua kesempatan emas yang dimiliki Arthur Cabral dan satu peluang dari Vitinho yang gagal dimanfaatkan, tim tuan rumah kesulitan menambah gol. Selain itu, dua gol Botafogo dianulir oleh wasit, salah satunya gol Danilo Pereira yang dianggap terjadi karena sentuhan tangan, dan sebuah penalti yang sempat diberikan kepada Botafogo dibatalkan setelah pemeriksaan VAR menyatakan adanya pelanggaran di awal serangan.

Di sisi lain, Cienciano menampilkan pertahanan yang kokoh dan sang kiper Espinoza tampil cemerlang dengan beberapa penyelamatan penting, menjaga keunggulan agregat bagi timnya. Setelah insiden pembatalan penalti, intensitas permainan Botafogo menurun dan peluang berkurang signifikan.

Baca juga:

Pertandingan berakhir dengan insiden keributan antara beberapa pemain Botafogo dan pelatih Cienciano, Horacio Melgarejo, yang memerlukan intervensi keamanan di lapangan. Pelatih asal Argentina itu memilih tidak berkomentar mengenai kejadian tersebut usai pertandingan.

Dengan hasil ini, Cienciano melaju ke babak perempat final Copa Sul-Americana dan akan menghadapi Montevideo City Torque dari Uruguay. Sementara Botafogo kini fokus mengarahkan seluruh perhatian pada kompetisi domestik Brasil, Brasileirão, di mana mereka berada di posisi ke-11 dengan 30 poin dari 22 pertandingan.

Baca juga:

Meski tersingkir, penampilan Botafogo di leg kedua menunjukkan semangat juang yang tinggi, namun ketidakmampuan dalam memaksimalkan peluang menjadi faktor utama kegagalan mereka melaju lebih jauh di kancah internasional tahun ini.