Media Kampung, NTT – Seorang ibu hamil di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami pendarahan dan melahirkan secara prematur saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi dalam perjalanan ibu tersebut menuju rumah sakit, yang sempat terhambat oleh longsor akibat gempa.
Perjuangan dan Evakuasi Darurat
<pMenurut Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko, kondisi di daerah terdampak sangat sulit dan mengenaskan. Longsor menutup akses jalan sehingga perjalanan menuju fasilitas kesehatan menjadi terhambat. Polisi kemudian melakukan upaya membuka akses yang tertutup material longsor agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.
Setelah jalur terbuka, ibu dan bayi prematur yang dilahirkannya berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Kapolda menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan evakuasi tersebut.
Penanganan Pascagempa dan Dukungan Tim SAR
Polda NTT menerima bantuan tambahan personel Brimob berkemampuan SAR dari Mabes Polri sebanyak 100 orang, serta 14 anggota tim DVI yang mendukung proses identifikasi korban gempa. Penambahan personel ini diharapkan dapat mempercepat pencarian dan pertolongan kepada seluruh korban terdampak gempa di wilayah tersebut.
Kapolda Rudi Darmoko bersama jajaran Forkopimda NTT dan Menteri PUPR Dody Hanggodo secara langsung memantau lokasi terdampak gempa untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dengan baik dan efektif.
Konteks Gempa dan Dampaknya di NTT
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang NTT menyebabkan kerusakan signifikan termasuk longsor yang menutup akses transportasi dan menjadi tantangan dalam evakuasi korban. Kondisi ini menuntut respons cepat dari aparat keamanan, tenaga medis, dan pemerintah daerah untuk meminimalkan dampak bencana, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan bayi.
Upaya evakuasi ibu yang melahirkan prematur ini menjadi salah satu contoh nyata kesigapan dan koordinasi antarinstansi dalam menangani situasi darurat akibat bencana alam di NTT.















Tinggalkan Balasan