Media Kampung – CD Projekt mengumumkan pengurangan lebih dari 20 anggota tim pengembang untuk proyek spinoff The Witcher yang dikenal sebagai Project Sirius. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan ukuran tim dengan kebutuhan perkembangan proyek pada tahap saat ini.
Perusahaan mengonfirmasi bahwa sembilan karyawan, terdiri dari empat di Boston dan lima di Warsawa, telah diberhentikan secara resmi. Selain itu, sembilan karyawan lainnya diundang untuk mengikuti proses rekrutmen internal guna kemungkinan penempatan di proyek lain di CD Projekt Red.
Project Sirius sendiri merupakan proyek ambisius yang pertama kali diumumkan pada 2021 setelah CD Projekt mengakuisisi studio The Molasses Flood. Awalnya, studio tersebut direncanakan untuk tetap beroperasi secara independen dengan identitas tersendiri, namun pada tahun 2025 studio tersebut diserap sepenuhnya dalam struktur CD Projekt Red. Perubahan ini menyusul beberapa kendala dalam pengembangan Project Sirius yang mengakibatkan reboot dan pengaturan arah baru bagi game tersebut.
Meski sudah lima tahun sejak akuisisi, informasi terkait game ini masih sangat minim, termasuk judul resmi game yang belum diumumkan. Dalam laporan keuangan Q1 2026, CD Projekt menyebutkan bahwa jumlah karyawan yang bekerja pada game ini adalah 83 orang, sehingga pengurangan lebih dari 20 orang merupakan bagian signifikan dari tim pengembang.
Pengurangan ini berbeda dengan skala besar pemutusan hubungan kerja yang terjadi di perusahaan besar lain seperti Xbox dan Electronic Arts, namun tetap berdampak signifikan bagi Project Sirius.
Langkah CD Projekt ini menunjukkan penyesuaian strategis dalam pengembangan game yang berfokus pada efisiensi dan alokasi sumber daya sesuai kebutuhan saat ini, demi memastikan kualitas dan kesuksesan jangka panjang proyek berbasis waralaba The Witcher.













Tinggalkan Balasan