Media Kampung – Harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan setelah pejabat Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga persyaratan Iran terpenuhi oleh Amerika Serikat (AS). Hal ini menyebabkan harga minyak Brent sebagai acuan internasional mencapai level US$ 88,91 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga meningkat ke US$ 83,20 per barel.

Penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama bagi ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia, berdampak besar pada pasokan minyak global. Iran menuntut pencairan dana yang dibekukan di luar negeri sebagai syarat pembukaan kembali jalur tersebut. Sementara itu, situasi politik yang tegang, termasuk retorika keras dari Presiden AS Donald Trump dan permintaan ganti rugi kepada Iran, memperburuk prospek kesepakatan.

Data dari perusahaan intelijen perdagangan Kpler menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz sangat rendah, dengan hanya delapan kapal yang melintas pada hari Senin, jauh berkurang dari rata-rata lebih dari 130 kapal sebelum serangan militer pada Februari 2026. Kondisi ini menyebabkan penurunan ekspor minyak melalui selat yang sebelumnya mencapai sekitar 20 juta barel per hari.

Negara-negara di kawasan Teluk mulai menerima kenyataan bahwa Iran memiliki kendali signifikan atas Selat Hormuz, meskipun hal ini tidak disukai. Beberapa negara Teluk berusaha mengurangi ketergantungan dengan menggunakan jalur pipa alternatif, namun jalur ini juga menghadapi ancaman keamanan, seperti serangan dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Para analis memperingatkan bahwa penurunan pasokan dan ketidakpastian geopolitik berpotensi mendorong harga minyak ke angka US$ 100 per barel. Pemerintah AS juga memperkirakan gangguan pasokan akibat konflik ini dapat mencapai 600.000 barel per hari hingga akhir 2027, yang semakin menambah tekanan pada pasar energi global.

Situasi ini menjadi perhatian dunia karena Selat Hormuz adalah jalur vital bagi perdagangan energi, dan ketegangan yang berkelanjutan dapat berdampak luas pada stabilitas pasar minyak serta perekonomian global secara keseluruhan.