Media Kampung, PasuruanAbdullah, seorang guru honorer yang setiap hari harus berjalan kaki ke sekolah dengan gaji bulanan hanya Rp275 ribu, berhasil menarik perhatian publik dan selebriti tanah air, Ivan Gunawan. Kisah perjuangannya yang penuh ketulusan dan semangat tetap bekerja keras meski menghadapi tantangan kesehatan mental selama 10 tahun menjadi inspirasi banyak orang.

Abdullah merupakan guru SD di Pasuruan, Jawa Timur. Selain mengajar, ia berjualan jajanan, kamus, dan juga mengelola usaha ternak kecil-kecilan untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Meskipun gaji yang diterima sangat kecil dan dibayarkan setiap tiga bulan, Abdullah tetap menjalankan tugasnya dengan senyum di wajahnya dan semangat pantang menyerah.

Baca juga:

Kisahnya menjadi viral setelah ia membagikan momen saat menerima gaji Rp275 ribu. Video tersebut menyentuh hati banyak orang, termasuk desainer sekaligus selebriti Ivan Gunawan. Merespons perjuangan dan dedikasi Abdullah, Ivan Gunawan mengundangnya ke butik Mandjha di Surabaya dan memberikan kejutan berupa hadiah satu unit sepeda motor Suzuki Nex II warna merah-hitam.

Hadiah motor tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas Abdullah dalam mengajar dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus berjalan kaki jauh. Selain itu, tindakan Ivan Gunawan juga menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian dan ketulusan Abdullah sebagai guru honorer.

Baca juga:

Abdullah juga berbagi pesan penting bahwa bekerja keras dan mengurangi gengsi, seperti berjualan atau mengelola usaha sampingan, jauh lebih baik dibandingkan mengambil jalan yang salah demi memenuhi kebutuhan hidup. Ia berharap kisahnya bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi banyak orang untuk tetap berjuang dan bersyukur dalam keadaan apapun.

Perjuangan Abdullah menyoroti kondisi guru honorer di Indonesia yang masih banyak menghadapi keterbatasan dalam penghasilan dan fasilitas. Kasus ini membuka perhatian terhadap pentingnya dukungan dan penghargaan lebih besar terhadap tenaga pendidik yang berdedikasi di lapangan.

Baca juga:

Melalui kisah ini, masyarakat diingatkan akan nilai kerja keras, ketulusan, serta pentingnya solidaritas dalam membantu sesama, terutama mereka yang berkontribusi dalam dunia pendidikan.