Media Kampung – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, mengusulkan agar menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih bervariasi dengan memasukkan kuliner khas daerah seperti rendang. Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara di Jakarta pada 10 Agustus 2026.
Megawati menyoroti bahwa selama ini menu MBG cenderung monoton dan terasa itu-itu saja, padahal Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam. Sebagai seorang ibu dan tokoh nasional, Megawati merasa penting untuk memperkaya menu agar tidak hanya bergizi tetapi juga menarik dan mencerminkan keberagaman budaya kuliner Nusantara.
Dalam pidatonya, Megawati menyampaikan secara santai kepada Prabowo agar sesekali memasukkan rendang, makanan khas Minang yang kaya rasa dan bergizi, ke dalam daftar menu MBG. Respon Prabowo yang disampaikan Megawati adalah tawa, menunjukkan suasana akrab antara keduanya yang telah bersahabat sejak lama.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, dalam rangka mendukung kesehatan dan mengatasi masalah stunting. Namun, adanya kritik mengenai kurangnya variasi menu menjadi perhatian tokoh nasional seperti Megawati.
Selain itu, sempat muncul kontroversi terkait sebuah makalah ilmiah yang mencatut nama Presiden Prabowo dan program MBG untuk diusulkan sebagai kandidat penerima Nobel Perdamaian 2026. Pemerintah dan Istana menegaskan bahwa makalah tersebut merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili pemerintah. Penggagas makalah juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang ditimbulkan.
Usulan Megawati ini membuka diskusi penting mengenai bagaimana program pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan gizi sekaligus memperkaya pengalaman kuliner yang diberikan kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat MBG.
Keberagaman menu MBG diharapkan dapat mendukung tujuan utama program yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara lebih efektif dan menyenangkan, sekaligus mengangkat kekayaan kuliner Indonesia yang beraneka ragam.














Tinggalkan Balasan