Media KampungRusia meluncurkan sistem perang elektronik canggih bernama Volna Kupol Garant yang dirancang untuk mengganggu sinyal satelit Starlink milik SpaceX. Sistem ini bertujuan untuk menghambat operasi drone Ukraina dengan memblokir komunikasi antara satelit Starlink dan terminal pengguna di wilayah tertentu.

Volna Kupol Garant merupakan teknologi yang menggunakan pancaran sinyal radio frekuensi tinggi dengan teknik pancaran sempit yang diarahkan langsung ke satelit Starlink di orbit rendah Bumi. Dengan memancarkan interferensi pada delapan pita transmisi data Starlink, sistem ini mampu membuat satelit tidak dapat menerima sinyal dari terminal di darat selama periode gangguan. Namun, perangkat ini tidak merusak secara fisik satelit Starlink.

Baca juga:

Sistem ini terdiri dari enam modul yang dipasang pada trailer, masing-masing membawa dua antena satelit yang dapat diarahkan dan terlindungi oleh kubah pelindung yang tembus gelombang radio. Fleksibilitas ini memungkinkan operasi di berbagai lingkungan dan kebutuhan taktis.

Pengembangan Volna Kupol Garant menjadi bagian dari upaya Rusia untuk menghadapi dukungan teknologi yang diberikan oleh SpaceX melalui jaringan Starlink kepada Ukraina, khususnya dalam konteks operasi militer dan pengendalian drone. Elon Musk, pimpinan SpaceX, sebelumnya mengizinkan warga Ukraina menggunakan layanan Starlink, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pernah meminta bantuan dari Amerika Serikat agar Starlink dapat mendukung penargetan serangan di wilayah Rusia.

Baca juga:

Meski sistem ini mengganggu komunikasi satelit, pihak Rusia menegaskan bahwa Volna Kupol Garant tidak menyebabkan kerusakan fisik pada satelit, melainkan hanya membatasi kemampuan satelit untuk melayani terminal di darat selama gangguan berlangsung. Hal ini menandai perubahan strategi dalam peperangan elektronik dengan menargetkan langsung satelit di orbit, bukan hanya perangkat komunikasi di darat.

Penggunaan teknologi seperti Volna Kupol Garant menunjukkan eskalasi dalam penggunaan teknologi canggih dalam konflik militer modern, yang berdampak pada kestabilan komunikasi dan operasi di wilayah konflik seperti Ukraina dan Rusia.

Baca juga: