Media Kampung – Industri pinjaman daring atau fintech peer-to-peer lending (pindar) mencatatkan laba sebesar Rp 1,15 triliun pada Juni 2026, meningkat 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi yang sehat di sektor pembiayaan digital Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan bahwa peningkatan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang kuat dan perbaikan kualitas manajemen risiko di industri pindar.
Peningkatan Kualitas Pembiayaan dan Risiko Kredit
Agusman juga menyoroti perbaikan tingkat risiko kredit macet yang diukur melalui Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90), yang turun menjadi 4,26 persen dari posisi sebelumnya 4,42 persen. Penurunan ini mencerminkan peningkatan disiplin dan efektivitas pengelolaan risiko di kalangan penyelenggara pindar.
Jumlah penyelenggara yang mencatat rasio TWP90 di atas 5 persen menurun dari 18 menjadi 16 pada Juni 2026. Sebagian besar penyelenggara dengan TWP90 tinggi masih berfokus pada portofolio pendanaan di sektor produktif, yang rentan terhadap dinamika kemampuan bayar debitur.
Ekspansi Outstanding Pembiayaan
Posisi outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp 105,14 triliun pada Juni 2026, mengalami kenaikan signifikan sebesar 25,88 persen secara year-on-year. Hal ini menunjukkan minat yang terus meningkat dari pelaku usaha dan masyarakat terhadap layanan pinjaman daring sebagai alternatif pembiayaan.
Pengawasan dan Instruksi OJK
OJK terus meningkatkan pengawasan terhadap industri pindar, termasuk mendorong penggunaan instrumen credit scoring yang lebih akurat dalam menyalurkan pembiayaan. Agusman menegaskan bahwa penyelenggara dengan tingkat pembiayaan bermasalah tinggi telah menerima instruksi khusus untuk melakukan langkah-langkah penyehatan.
Evaluasi dan pengawasan ketat juga dilakukan dengan menetapkan status pengawasan intensif atau khusus bagi penyelenggara yang tidak memenuhi standar risiko dan kualitas pembiayaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Prospek Industri Pindar
Dengan penguatan manajemen risiko dan perbaikan kualitas penilaian kredit, Agusman optimis industri pindar masih memiliki peluang besar untuk melampaui capaian laba tahun sebelumnya. Pertumbuhan penyaluran pendanaan yang sehat menjadi faktor utama mendukung kelangsungan dan peningkatan profitabilitas sektor ini.
Perkembangan positif ini menandakan bahwa fintech lending semakin matang dalam memberikan kontribusi terhadap inklusi keuangan dan pemenuhan kebutuhan pembiayaan di Indonesia.














Tinggalkan Balasan