Media Kampung, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan sepuluh buku yang merangkum pemikiran, pengalaman, dan perjalanan kariernya di bidang investasi, hilirisasi, dan energi pada perayaan ulang tahunnya yang ke-50. Acara peluncuran ini berlangsung di The Ballroom at Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026), dan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa awalnya ia hanya berencana menerbitkan delapan buku, namun jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi sepuluh sebagai penghormatan kepada Presiden Joko Widodo. Ia menyebut angka delapan sebagai sandi Presiden, sehingga buku-buku tersebut dilengkapi menjadi sepuluh karya nyata untuk negeri.
Beberapa buku yang diluncurkan merupakan hasil rangkuman pengalaman Bahlil saat menjabat Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelum dipercaya memimpin Kementerian ESDM. Salah satu karya yang menonjol adalah buku berjudul Hilirisasi Sumber Daya Alam Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi, yang mengangkat kebijakan penghentian ekspor bijih nikel pada awal masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.
Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya mendapat perintah untuk terlibat dalam kebijakan ekspor nikel beberapa hari setelah dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019. Pada waktu itu, kewenangan terkait ekspor nikel masih berada di bawah Kementerian ESDM. Ia mengibaratkan dirinya seperti seorang taruna yang baru selesai pendidikan namun langsung ditugaskan untuk menghadapi tantangan di lapangan, dengan aturan yang belum sepenuhnya dipahami.
Peluncuran sepuluh buku tersebut tidak hanya mencerminkan perjalanan karier Bahlil dalam dunia investasi dan energi, tetapi juga memberikan gambaran mendalam mengenai upaya hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Buku-buku ini diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi para pembaca yang tertarik pada pengembangan investasi dan kebijakan energi di Indonesia.
Acara peluncuran yang dihadiri oleh tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto, menandai pentingnya kontribusi Bahlil dalam membangun sektor energi dan investasi yang berkelanjutan di tanah air. Dengan meluncurkan karya-karya tersebut pada usia 50 tahun, Bahlil menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui literasi dan pengalaman praktis.














Tinggalkan Balasan