Media Kampung – Dalam dua film terbarunya, sutradara Rachel Israel menghadirkan sudut pandang segar tentang identitas Yahudi melalui komedi, menawarkan hiburan sekaligus refleksi yang ringan di tengah tekanan sosial dan politik yang membayangi komunitas Yahudi belakangan ini.
Rachel Israel, pembuat film asal New York, dalam satu tahun terakhir mengarahkan dua film komedi yang secara eksplisit mengangkat tema budaya Yahudi, yakni “The Floaters” dan “Influenced”. “The Floaters” berlatar di sebuah kamp musim panas Yahudi, sementara “Influenced” merupakan satir budaya influencer Manhattan yang berpuncak pada perayaan b’nai mitzvah. Keduanya menampilkan kisah tentang persahabatan, keluarga, ambisi, dan rasa memiliki dengan latar belakang identitas Yahudi yang tidak diposisikan sebagai masalah yang harus dipecahkan.
“The Floaters” mengisahkan seorang calon bintang rock yang menjadi pembimbing kelompok anak-anak yang dianggap “floaters” atau anak-anak yang sering terabaikan di kamp musim panas Yahudi. Film ini mendapat pujian atas penggambaran otentik tradisi dan budaya Yahudi serta bagaimana nilai-nilai tersebut membentuk pandangan dunia komunitasnya.
Di sisi lain, “Influenced” mengangkat cerita seorang ibu Yahudi yang baru bercerai di Manhattan yang berusaha menanjak dalam dunia influencer di kawasan elit Upper East Side, sembari menyiapkan anak kembarnya untuk bar dan bat mitzvah. Film ini menyajikan kritik sosial melalui humor yang tajam dan relevan dengan kehidupan kontemporer komunitas Yahudi.
Dalam wawancara, Rachel Israel menyampaikan bahwa pembuatan dua film ini bukanlah keputusan yang disengaja untuk fokus hanya pada tema Yahudi, melainkan sesuatu yang mengalir secara alami dalam karyanya. Ia juga menegaskan bahwa meski antisemitisme dan ketegangan politik semakin meningkat, ada kebutuhan untuk mengangkat cerita yang menampilkan kebahagiaan dan kehidupan komunitas Yahudi yang kaya dan beragam.
Kedua film ini telah diputar di festival film bergengsi, seperti Miami Jewish Film Festival dan Bentonville Film Festival, menandai penerimaan positif terhadap karya-karya yang menawarkan perspektif berbeda dari narasi dominan tentang Yahudi yang sering kali terkait dengan penderitaan atau konflik.
Dengan pendekatan yang ringan namun tetap mendalam, Rachel Israel berhasil memberikan hiburan sekaligus penghormatan terhadap budaya dan tradisi Yahudi, mempermudah penonton dari berbagai latar belakang untuk memahami dan menghargai kompleksitas identitas tersebut melalui medium film.















Tinggalkan Balasan