Media Kampung – Real Madrid mencatatkan pendapatan operasional rekor sebesar €1,221 miliar (sekitar $1,39 miliar) pada musim 2025-26, menjadikannya klub olahraga pertama yang melampaui angka €1,2 miliar dalam satu musim. Pendapatan ini meningkat 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya dan menandai tahun ke-26 berturut-turut klub ini meraih keuntungan finansial.
Keberhasilan finansial ini terjadi meskipun performa tim di lapangan kurang memuaskan, dengan Real Madrid tersingkir di perempat final Liga Champions dan kalah dalam persaingan LaLiga dari Barcelona. Pendapatan klub sebagian besar berasal dari pengelolaan aset dan kesepakatan sponsor, bukan dari hasil pertandingan.
Pendapatan Klub dan Faktor Utama Pertumbuhan
Sejak musim 2018-19, saat renovasi besar-besaran Stadion Santiago Bernabéu dimulai, pendapatan Real Madrid tumbuh sebesar 61%, dari €757 juta menjadi €1,221 miliar. Dari pertumbuhan ini, 93% bersumber dari pendapatan yang dikendalikan langsung oleh klub, seperti pendapatan stadion dan pemasaran, bukan dari pendapatan terkait hasil pertandingan atau hak siar liga.
- Pendapatan dari stadion meningkat 107% menjadi €363 juta, berkat renovasi Bernabéu yang menelan biaya sekitar €1,4 miliar dan hampir selesai pada akhir musim 2025-26.
- Pendapatan dari pemasaran dan sponsor naik sebesar 82%, mencapai €539 juta, didukung oleh kesepakatan sponsor baru dan mitra bisnis yang diperbarui.
- Pendapatan dari televisi dan kompetisi internasional hanya naik 11%, menjadi €319 juta, yang menunjukkan ketergantungan lebih kecil klub pada hasil pertandingan.
Renovasi Bernabéu dan Dampaknya
Renovasi stadion Bernabéu menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan pendapatan Real Madrid. Proyek ini telah menggandakan pendapatan dari stadion dan meningkatkan daya tarik komersial klub. Renovasi yang dibiayai melalui pinjaman sebesar €1,108 miliar ini memungkinkan klub mengelola asetnya secara lebih optimal dan meningkatkan pengalaman penggemar serta nilai komersial.
Disiplin Keuangan dan Posisi Klub
Real Madrid mempertahankan disiplin keuangan yang ketat dengan pendapatan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) naik 18% menjadi €287,4 juta dan laba bersih setelah pajak meningkat 8% menjadi €26,3 juta. Klub juga berkontribusi sebesar €354,8 juta untuk pajak dan jaminan sosial selama tahun keuangan tersebut.
Keunggulan finansial ini menempatkan Real Madrid di puncak Deloitte Money League dan menyoroti pergeseran model bisnis klub Eropa yang mengandalkan pendapatan dari pengelolaan aset dan sponsor, dibandingkan klub Liga Premier yang lebih bergantung pada pendapatan siaran televisi.
Dengan strategi ini, Real Madrid menunjukkan bahwa pertumbuhan finansial klub olahraga dapat dicapai melalui diversifikasi pendapatan dan pengelolaan aset yang efektif, meskipun performa di lapangan tidak optimal.















Tinggalkan Balasan