Media Kampung – Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia yang berlaga di kelas Moto3 2026, menghadapi persaingan sengit dari rival-rivalnya, terutama Brian Uriarte. Meskipun menjadi salah satu rookie yang diperhitungkan, Veda masih harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya di tengah dominasi pembalap lain.

Latihan awal yang dilakukan Veda di Sirkuit Mandalika menjadi modal penting dalam persiapan menghadapi MotoGP Indonesia 2026. Sesi latihan ini membantu Veda dan rekan senegaranya, Mario Suryo Aji, membangun kembali refleks dan pemahaman lintasan yang khas, terutama menghadapi kondisi angin yang menjadi tantangan tersendiri di Mandalika.

Baca juga:

Persaingan Rookie Terbaik Moto3 2026

Brian Uriarte, pembalap rookie dari Red Bull KTM Ajo, tampil menonjol di Moto3 2026 dengan catatan tiga podium dan dua kemenangan, masing-masing di Sirkuit Mugello dan Sachsenring. Torehan 127 poin menempatkan Uriarte di posisi kedua klasemen sementara dan unggul 37 poin dari Veda Ega Pratama yang berada di peringkat kedua dalam klasemen rookie terbaik.

Meski persaingan ketat ini menjadi tantangan, Veda menunjukkan potensi besar dengan meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026. Pengalaman latihan di Mandalika dipercaya memberikan keuntungan strategis dalam menghadapi balapan-balapan selanjutnya.

Peran Pertamina Mandalika Racing Series dalam Pembinaan Talenta

Karier Veda Ega Pratama tidak lepas dari jalur pengembangan yang dimulai di Pertamina Mandalika Racing Series (MRS), ajang nasional yang menjadi tempat lahirnya banyak pembalap muda berbakat Indonesia. Veda tercatat sebagai juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull Rookies Cup sebelum memasuki Moto3.

Baca juga:

Pertamina MRS menyediakan ruang pengembangan kemampuan teknis, mental bertanding, dan pengalaman kompetisi yang menjadi bekal penting untuk menembus level internasional. Selain Veda, pembalap lain seperti Muhammad Kiandra Ramadhipa dan Fadillah Arbi Aditama juga menapaki jalur serupa.

Dukungan dan Harapan dari Pihak Terkait

Marrel, Komisaris Utama MGPA, menilai Veda Ega Pratama sebagai bukti nyata talenta Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia. Ia menekankan pentingnya proses pembinaan dan pengembangan mental bertanding daripada sekadar hasil di lintasan. Dukungan dari masyarakat diharapkan tidak hanya diberikan saat kemenangan, tetapi juga selama proses perjuangan para pembalap muda ini.

Meski ada wacana pembangunan sirkuit baru di Gunungkidul, fokus saat ini tetap pada pengembangan Sirkuit Mandalika sebagai satu-satunya sirkuit berstandar MotoGP di Indonesia.

Baca juga:

Strategi Latihan dan Persiapan Menghadapi MotoGP Indonesia 2026

Latihan lebih awal di Mandalika menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Pengalaman berlatih di sirkuit tersebut membantu mereka membangun muscle memory atau refleks otot yang diperlukan untuk menghadapi tantangan lintasan dan kondisi angin yang khas di Mandalika, khususnya di sektor tikungan 6 hingga 10.

Latihan ini juga memungkinkan kedua pembalap mencari berbagai alternatif mencatatkan waktu terbaik yang sangat berguna saat balapan berlangsung. Khusus Mario Aji, pengalaman balapan dan latihan sebelumnya membuat adaptasi di Mandalika menjadi lebih cepat dan efektif.

Dengan persiapan matang dan dukungan yang terus mengalir, harapan besar disematkan pada Veda Ega Pratama untuk terus mengukir prestasi membanggakan di kancah balap motor internasional.