Media Kampung, Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, mengeluarkan kartu merah kepada penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-72 dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Keputusan ini menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia yang menggunakan aturan VAR baru bernama ‘mistaken identity’ (kesalahan identifikasi pemain).

Aturan tersebut memungkinkan wasit untuk membatalkan kartu kuning yang sebelumnya diberikan kepada pemain yang salah, dan mengarahkannya kepada pemain yang benar-benar melakukan pelanggaran. Dalam kasus Embolo, wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Leandro Paredes setelah Embolo jatuh di kotak penalti. Namun, setelah meninjau tayangan ulang VAR, wasit menyimpulkan bahwa Paredes tidak melakukan pelanggaran dan Embolo justru melakukan diving (pura-pura jatuh).

Akibatnya, kartu kuning untuk Paredes dibatalkan, dan Embolo menerima kartu kuning karena diving. Karena Embolo sudah mendapat kartu kuning pada babak pertama, ia pun mendapat kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Swiss harus bermain dengan 10 pemain selama sisa waktu normal dan perpanjangan waktu.

Dampak Kartu Merah pada Pertandingan

Keputusan ini terjadi tepat setelah Swiss menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67. Dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina mampu mendominasi perpanjangan waktu dan mencetak dua gol tambahan melalui Julian Alvarez (112′) dan Lautaro Martinez (120+2′), sehingga menang 3-1.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengecam keputusan wasit dan menyebutnya ‘sulit diterima’. Ia menilai bahwa momen tersebut mengubah jalannya pertandingan secara tidak adil bagi timnya.

Sejarah Aturan ‘Mistaken Identity’

Aturan VAR untuk kasus mistaken identity sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun, namun baru pertama kali diterapkan dalam konteks diving di Piala Dunia. Menurut data statistik, Embolo menjadi pemain keempat dalam sejarah Piala Dunia yang mendapat kartu kuning kedua karena diving, dan yang pertama sejak pemain Ghana, Asamoah Gyan, pada Piala Dunia 2006 saat melawan Brasil.

Kontroversi ini menimbulkan perdebatan mengenai sejauh mana VAR boleh campur tangan dalam keputusan wasit di lapangan, terutama dalam momen krusial yang dapat mengubah hasil pertandingan.

Setelah pertandingan, publik Swiss menyatakan kekecewaan mereka, namun hasil akhir tetap tidak berubah. Argentina melaju ke semifinal, sementara Swiss harus pulang lebih awal.