Media Kampung, UMKM kuliner asal Banda Aceh, Okare, menghadirkan inovasi roti kari Jepang yang cita rasanya telah disesuaikan dengan lidah masyarakat Aceh. Produk ini merupakan hasil riset yang berlangsung sejak 2022 dan resmi dipasarkan pada Oktober 2025.
Owner Okare, Akhyar Yusri, mengatakan bahwa produk ini melalui berbagai uji coba, mulai dari uji pasar hingga penyesuaian terhadap preferensi konsumen. “Produk ini sudah melalui proses riset yang cukup panjang, mulai dari uji pasar, penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen, hingga akhirnya kami mantap meluncurkannya di Banda Aceh,” ujarnya dalam Dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh, Senin, 6 Juli 2026.
Okare mengusung konsep roti goreng dengan isian pasta kari berbahan dasar sayuran. Pemilihan kari didasarkan pada kedekatan masyarakat Aceh dengan olahan berbumbu kari. “Kami menghadirkan rasa kari yang kuat, tetapi tetap disesuaikan dengan selera masyarakat Aceh. Makanan kari yang biasanya disantap bersama nasi, kami sajikan dalam bentuk roti,” jelas Akhyar.
Selain roti kari, Okare juga menyediakan varian lain seperti Karipap, Risol Rogut, dan Lemper Signature untuk menjangkau konsumen yang tidak menyukai kari. Akhyar menyebut tingkat pembelian ulang (repeat order) cukup tinggi, menjadi indikator produk diterima pasar. “Alhamdulillah, pola repeat order cukup bagus. Itu menjadi indikator bahwa produk kami diterima masyarakat,” katanya.
Saat ini Okare beroperasi di kawasan Neusu, Banda Aceh, dengan sistem produksi harian untuk menjaga kesegaran produk. Distribusi dilakukan beberapa kali sehari. Strategi pemasaran memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan TikTok, kerja sama dengan influencer, serta iklan Meta Ads. Ke depan, Akhyar berharap Okare dapat menjadi produk kuliner khas Aceh yang dikenal luas dan memiliki toko sendiri sebelum membuka cabang di kota lain.























Tinggalkan Balasan