Media Kampung, Ubisoft akhirnya angkat bicara mengenai kritik pemain terhadap banyaknya mikrotransaksi di Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Dalam tanggapan resmi yang disampaikan melalui ulasan Steam, perusahaan menegaskan bahwa edisi standar gim sudah mencakup konten lengkap dan semua DLC bersifat opsional.
“Kami melihat masukan Anda sejak peluncuran, dan kami membacanya semua. Terima kasih telah begitu peduli dengan Black Flag Resynced. Kami ingin menegaskan satu hal: edisi standar adalah pengalaman yang lengkap dan utuh. Setiap misi, setiap pulau, keseluruhan cerita, dan dunia yang lengkap ada di sana, tanpa ada yang ditahan. Paket tambahan sepenuhnya opsional bagi pemain yang menginginkannya, bukan keharusan untuk menikmati atau menyelesaikan gim,” demikian bunyi tanggapan Ubisoft.
Meski demikian, respons tersebut menuai kritik karena dianggap hanya sebagai pembelaan diri. Sejumlah pemain melaporkan bahwa menu jeda gim justru memudahkan akses ke toko DLC, sehingga terasa seperti tekanan untuk membeli konten tambahan. Salah satu pengulas bahkan menyebut ada paket DLC senilai Rp1,3 juta yang langsung muncul di dalam gim.
Menurut pengamat, praktik ini mencerminkan strategi monetisasi yang semakin agresif di industri gim. Meskipun Ubisoft mengklaim DLC tidak diperlukan, banyak pemain merasa keberadaan mikrotransaksi sejak hari pertama mengurangi kenikmatan bermain. Hingga berita ini ditulis, Black Flag Resynced memperoleh ulasan “Mostly Positive” di Steam setelah sebelumnya sempat mendapat rating “Mixed”.























Tinggalkan Balasan