Media Kampung, Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Egypt diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit Francois Letexier. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah pelanggaran yang dilakukan gelandang Argentina, Leandro Paredes, terhadap bintang Egypt, Mohamed Salah, di dekat kotak penalti Argentina pada babak pertama.

Dalam insiden tersebut, Paredes menjatuhkan Salah dari belakang saat pemain Egypt itu bersiap menerima bola. Wasit Letexier memutuskan untuk melanjutkan permainan, keputusan yang kemudian dikritik oleh kubu Egypt karena dianggap tidak konsisten dengan pemberian penalti untuk Argentina beberapa menit sebelumnya.

Kontroversi semakin memanas ketika Argentina mendapat hadiah penalti pada menit ke-19 setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan oleh Haissem Hassan. Lionel Messi yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang setelah tendangannya diblok kiper Egypt, Mostafa Shobeir. Kubu Egypt menilai bahwa seharusnya wasit memberikan tendangan bebas berbahaya untuk mereka atas pelanggaran Paredes pada Salah, bukan penalti untuk Argentina.

Ketidakpuasan Egypt berlanjut di babak kedua. Saat kedudukan 2-2, mereka meminta penalti setelah Alexis Mac Allister menarik Hamdy Fathy di dalam kotak, namun wasit kembali mengabaikannya. Beberapa saat kemudian, Argentina mencetak gol kemenangan melalui Enzo Fernandez pada menit ke-93, yang mana Egypt mengklaim adanya pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Usai pertandingan, emosi memuncak di kubu Egypt. Pelatih Hossam Hassan terlihat membuat gestur kontroversial berbentuk ‘X’ ke arah Messi. Sebuah rekaman baru dari sudut lain menunjukkan seorang anggota staf pelatih Egypt mencoba mendekati Messi dengan nada agresif, namun dihadang oleh rekan setimnya, termasuk Lisandro Martinez dan Leandro Paredes. Paredes, yang sebelumnya terlibat dalam pelanggaran kontroversial, turut melerai ketegangan.

Argentina akhirnya menang 3-2 dan melaju ke perempat final untuk menghadapi Swiss. Namun, kontroversi kepemimpinan wasit Letexier diprediksi akan terus menjadi perbincangan.