Media Kampung, Padang – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tertinggi pada Senin, 6 Juli 2026, mencapai Rp3.810 per kilogram. Harga tersebut dilaporkan oleh PT AWB dan menjadi yang tertinggi di antara delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di daerah itu.
Sementara itu, harga TBS terendah tercatat sebesar Rp3.225 per kilogram di PT Incasi Pangian. Dengan demikian, selisih harga tertinggi dan terendah mencapai Rp585 per kilogram, sedangkan harga rata-rata TBS berada di angka Rp3.385 per kilogram.
Selain TBS, harga brondolan kelapa sawit pada hari yang sama tercatat sebesar Rp3.700 per kilogram berdasarkan laporan PT DSL. Data tersebut dihimpun Dinas Pertanian dari laporan PKS yang beroperasi di Kabupaten Dharmasraya hingga pukul 08.00 WIB.
Pada kategori nonmitra, PT DSL membeli TBS seharga Rp3.380 per kilogram, disusul PT HKI dan PT DL masing-masing Rp3.370 per kilogram. PT SMP menetapkan harga Rp3.290 per kilogram, PT Sak Timpeh Rp3.255 per kilogram, sedangkan PT Incasi Pangian Rp3.225 per kilogram.
Sementara pada kategori mitra, PT AWB (harga Disbun) menjadi perusahaan dengan harga pembelian tertinggi sebesar Rp3.810 per kilogram. PT DSL, PT HKI, PT DL, PT SMP, PT Sak Timpeh, dan PT Incasi Pangian menetapkan harga yang sama seperti kategori nonmitra, sedangkan PT TKA belum melaporkan harga pembelian.
Dinas Pertanian juga mencatat seluruh delapan PKS yang terdata telah menyampaikan laporan harga TBS harian. Namun, dua PKS dilaporkan tidak menerima buah dari masyarakat pada hari tersebut.
Berdasarkan rekapitulasi tersebut, harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya masih berada pada kisaran yang stabil dengan rata-rata di atas Rp3.300 per kilogram. Informasi harga harian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dalam menentukan waktu dan lokasi penjualan hasil panen mereka.





















Tinggalkan Balasan