Media Kampung, Pelatih asal Spanyol, Roberto Martínez, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Portugal setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan 1-0 dari Spanyol pada 6 Juli 2026 menjadi akhir dari perjalanan Portugal di turnamen tersebut.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Martínez menyatakan bahwa ia tidak akan melanjutkan tugasnya. “Saya datang untuk memenangkan Piala Dunia. Tidak ada gunanya melanjutkan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Merino pada menit ke-90, memanfaatkan momentum di menit-menit akhir pertandingan. Martínez menilai bahwa timnya telah bermain baik secara defensif, tetapi detail kecil menjadi penentu di babak gugur. “Kami kehilangan bola yang mengenai mistar gawang, dan pada menit ke-90 kami kebobolan. Saya bangga dengan tim,” tambahnya.
Kepergian Martínez mengakhiri masa kepelatihannya selama tiga setengah tahun sejak ia ditunjuk menggantikan Fernando Santos pada 2023. Selama periode tersebut, ia gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang menyertai skuad Portugal yang dijuluki “generasi emas”.
Kritik terhadap Martínez muncul karena dianggap terlalu bergantung pada Cristiano Ronaldo, yang saat itu berusia 41 tahun. Keputusannya untuk membangun tim di sekitar Ronaldo, termasuk mengunjungi Arab Saudi untuk meyakinkan sang pemain, dinilai sebagai langkah kontroversial. Akibatnya, performa Portugal di Piala Dunia 2026 tidak lebih baik dari edisi sebelumnya.
Selain Martínez, beberapa pelatih lain juga meninggalkan jabatannya setelah tersingkir, termasuk Javier Aguirre (Meksiko) dan Julian Nagelsmann (Jerman).





















Tinggalkan Balasan