Media Kampung, Sumenep – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wiraraja bersama Komunitas Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa (Kopdas) Sumenep menggelar pelatihan Ecoprint Occupational Therapy bagi relawan pada Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendamping dalam proses rehabilitasi dan kemandirian Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Sahabat Jiwa melalui terapi kerja berbasis kreativitas.
Ketua Kopdas Sumenep, dr. Laos Susantina, S.E., menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam mendukung pemulihan psikososial ODGJ. Menurutnya, relawan yang terampil akan lebih efektif membantu Sahabat Jiwa mengembangkan kemampuan dan rasa percaya diri. “Pelatihan ini sangat penting untuk melatih relawan agar bisa menjadi pendamping ODGJ dalam kegiatan ecoprint occupational therapy, yaitu terapi kerja dengan teknik mencetak bahan alam seperti daun di atas media kain atau tas kain,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Pelatihan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan menghadirkan tiga narasumber dari Tim PKM Universitas Wiraraja: Ketua Tim Dr. Eko Mulyadi, S.Kep., Ns., M.Kep., serta anggota tim Dian Ika Puspitasari, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dody Tri Kurniawan, S.P., M.M.A. Sejumlah mahasiswa Universitas Wiraraja turut serta sebagai pendamping praktik. Sebanyak 23 relawan mengikuti materi penyaringan (screening) peserta ODGJ yang dinilai siap menjalani terapi kerja, metode pelaksanaan occupational therapy, dan praktik teknik pounding atau mengetuk daun pada media kain untuk menghasilkan motif ecoprint.
Ketua Tim PKM Universitas Wiraraja, Dr. Eko Mulyadi, menjelaskan bahwa terapi kerja melalui ecoprint tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menjadi media rehabilitasi yang dapat meningkatkan konsentrasi, koordinasi motorik, dan interaksi sosial para Sahabat Jiwa. “Melalui pelatihan ini kami ingin membekali relawan dengan metode pendampingan yang tepat, sehingga terapi kerja dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi proses pemulihan serta kemandirian ODGJ,” katanya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas ini diharapkan dapat memperkuat layanan pendampingan berbasis masyarakat di Kabupaten Sumenep. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, relawan diharapkan mampu mendampingi Sahabat Jiwa untuk terus berkarya sekaligus meningkatkan peluang mereka kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.













