Media Kampung, Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan alasan di balik keputusan menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti saat menghadapi Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski mengakui Bruno bukan penendang penalti terbaik yang dimiliki Selecao, Ancelotti menegaskan gelandang Newcastle United itu merupakan pilihan paling tepat di antara pemain yang berada di lapangan saat momen tersebut terjadi.

Sayangnya, Bruno gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Penalti yang tidak berbuah gol itu menjadi salah satu momen krusial dalam kekalahan 1-2 Brasil dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7).

“Kami memiliki data dan statistik yang dikumpulkan selama satu tahun, baik tentang pemain lawan maupun pemain kami sendiri,” kata Ancelotti. “Penendang penalti terbaik di tim adalah Raphinha. Setelah itu Neymar, Igor Thiago, Bruno Guimaraes, lalu Gabriel Martinelli.”

“Kami memilih Bruno karena merasa dia adalah opsi terbaik yang ada di lapangan saat itu,” lanjut pelatih asal Italia tersebut.

Terlepas dari hasil akhir yang mengecewakan, Ancelotti menilai Brasil sebenarnya tampil cukup baik sepanjang pertandingan. Menurutnya, Tim Samba mampu menguasai jalannya laga dalam beberapa periode dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

“Saya pikir pertandingan ini berjalan baik bagi kami di beberapa fase. Kami memiliki banyak peluang di babak pertama dan juga di babak kedua saat skor masih 0-0,” ujar Ancelotti.

Ancelotti juga menjelaskan sejumlah pergantian pemain yang dilakukan untuk meningkatkan daya serang tim saat berusaha mengejar kemenangan. Menurutnya, Endrick dimasukkan untuk memberikan ancaman lebih dalam di lini depan, sementara Neymar diharapkan mampu menghadirkan kreativitas dan kualitas tambahan di area penyerangan.

“Endrick masuk untuk memberi lebih banyak kedalaman dan dia langsung mendapatkan peluang. Kemudian kami memasukkan Neymar untuk menambah kualitas di sepertiga akhir lapangan,” jelas Ancelotti.

Kekalahan dari Norwegia sekaligus mengakhiri perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026. Meski gagal mencapai target, Ancelotti menilai timnya telah berjuang maksimal dan hanya kurang beruntung dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.