Media Kampung, Seorang pekerja tambang timah bernama Faris (18) ditemukan tewas tenggelam di kolong tambang Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika mengonfirmasi bahwa korban yang merupakan warga setempat itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak siang hari.
Berdasarkan keterangan keluarga, Faris diketahui sedang mencari timah di atas ponton di kolong tambang. Ia sempat beristirahat untuk makan siang dan kemudian berbaring di atas ponton. Namun, ketika paman korban tiba di lokasi, Faris sudah tidak ada. Kecurigaan tenggelam semakin kuat setelah sepeda motor milik korban ditemukan masih terparkir rapi di pinggir kolong.
Pencarian mandiri oleh paman dan warga sekitar dilakukan sejak Sabtu sore hingga malam hari, namun tidak membuahkan hasil. Kepala Desa Bantan Suhandi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang. Tim Rescue dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan segera dikerahkan ke lokasi.
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sepanjang pinggiran kolong tambang. Pada pukul 02.56 WIB, tubuh korban muncul ke permukaan air di sekitar lokasi terakhir ia terlihat. Jasad kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Mikel Rachman Junika mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat, termasuk Polsek Bantan, BPBD Kabupaten Belitung, perangkat desa, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang solid sangat menentukan kecepatan operasi kemanusiaan ini.
Sementara itu, Ikhsan, warga Membalong, mengapresiasi kerja tim SAR dan mengimbau para pekerja tambang untuk selalu mengutamakan keselamatan. “Pastinya kerja di TI harus hati-hati karena pentingkan keselamatan, jangan kerja tapi tidak selamat,” ujarnya.






















Tinggalkan Balasan