Media Kampung – Duo DJ dan produser musik DNA yang beranggotakan Mister Aloy dan DJ JayJax resmi merilis album perdana bertajuk ‘Ourora’ di W Super Club Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (17/2/2026). Album ini menjadi penanda perjalanan baru mereka di industri musik elektronik Indonesia.

Filosofi Nama ‘Ourora’

Nama ‘Ourora’ terinspirasi dari fenomena alam aurora yang identik dengan keberagaman warna. Namun, DNA sengaja mengubah ejaannya agar memiliki identitas sendiri. Menurut Mr Aloy, ‘Our-ora’ melambangkan ‘Our’ (milik kami) dan ‘ora’ yang merujuk pada aurora. ‘Di dalam DNA ada banyak warna, banyak kepala, banyak karakter. Jadi album ini mewakili semua warna yang ada di tim kami,’ ujar Mr Aloy dalam sesi jumpa pers di Jakarta Selatan.

Perjalanan Emosi dalam 18 Lagu

Album ‘Ourora’ berisi 18 lagu yang disusun layaknya sebuah perjalanan cerita. Alur emosional dimulai dari fase emosi, rasa sakit, stres, soal cinta, hingga akhirnya menjadi sosok red flag. Semua itu disambungkan lewat skit, dengan tempo yang semakin lama semakin tinggi hingga berakhir dengan nuansa euforia. ‘Kalau didengarkan dari awal sampai akhir, sebenarnya ada alurnya,’ jelas Mr Aloy.

Tantangan di Balik Lagu ‘Anomaly’

Salah satu lagu yang paling berkesan bagi DNA adalah ‘Anomaly’. Lagu ini menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan proses kolaborasi yang rumit. Jadwal sang kolaborator yang terbatas membuat proses produksi harus dilakukan secara maraton. Bahkan, lagu itu sempat memiliki judul berbeda. ‘Awalnya judulnya bukan Anomaly, tapi Festival of Ghost. Akhirnya diganti, dan prosesnya memang jadi yang paling menantang,’ kata Mr Aloy.

Penundaan Rilis dan Proses Kurasi

DNA juga mengungkap bahwa album ini sempat mengalami penundaan perilisan. Bukan karena faktor konsep, melainkan berbagai proses teknis di balik produksi musik. ‘Ada banyak kurasi. Ada lagu yang durasinya terlalu pendek, lalu urusan kolaborasi, sampai proses pengecekan sampling supaya tidak bermasalah dengan lagu lain. Ternyata proses membuat album itu tidak semudah yang terlihat di internet,’ ungkap Mr Aloy.

Makna di Balik Artwork ‘Ourora’

Tak hanya isi album, DNA juga menyisipkan berbagai simbol dalam artwork ‘Ourora’. Sampul album menampilkan ilustrasi matahari terbenam, layang-layang, burung, hingga warna-warna senja yang masing-masing memiliki filosofi. Layang-layang dipilih karena menggambarkan semangat kerja sama. ‘Di Bali ada layang-layang besar yang untuk menerbangkannya butuh banyak orang. Itu seperti DNA. Kami tidak bisa terbang sendiri, harus banyak orang yang membantu menerbangkan DNA bersama-sama,’ tutur Mr Aloy. Sementara burung-burung di artwork merepresentasikan seluruh tim yang bekerja di balik layar. ‘Burung itu melambangkan tim DNA. Kami ingin menunjukkan bahwa perjalanan sampai di titik ini bukan cuma berdua, tapi ada banyak orang yang ikut berjuang bersama,’ pungkasnya.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.