Media Kampung – Asian Boxing Championships U-19 U-23 2026 resmi bergulir di Hall Basket GBK, Jakarta, pada 5-16 Juli 2026. Ajang ini diikuti lebih dari 400 petinju muda dari berbagai negara Asia. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah setelah memenuhi standar tinggi Asian Boxing dan World Boxing.
Sekjen Asian Boxing, Ali Juha, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (4/7), menjelaskan bahwa pemilihan Indonesia bukanlah keputusan mudah. Banyak negara mengajukan diri, namun Indonesia dinilai memenuhi standar yang ketat. “Jadi, kami percaya dan memberikan Indonesia kesempatan. Ini menjadi turnamen tinju Asia pertama di Indonesia dan bagi kami penting agar ajang yang digelar di Jakarta ini sukses,” ujar Ali Juha.
Target Emas dari Tuan Rumah
Indonesia tak hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik. Sekjen Perbati, Hengky Silatang, menegaskan bahwa para petinju Indonesia ditargetkan meraih medali emas. “Saya merasa bahwa petinju kita di antara itu bisa berbicara untuk menyumbangkan medali emas. Kita sebagai tuan rumah yang baik, tetapi kita juga mau ada sesuatu yang kita dapat dari prestasi, bukan dari meminta,” tegas Hengky.
Indonesia mengirimkan total 19 petinju muda, terdiri dari 12 putra dan 7 putri. Mereka akan berkompetisi di kelas masing-masing untuk membawa pulang medali.
Mendorong Sport Tourism
Asian Boxing Championships 2026 juga menjadi momentum bagi Jakarta untuk mempromosikan sport tourism. Event Director Asian Boxing Championships, Dewanthono, mengungkapkan kerja sama dengan Pemda DKI Jakarta. “Kami jadikan ini suatu kesempatan bagi kami untuk prestasi olahraga Indonesia. Kami kolaborasi dengan Pemda DKI Jakarta untuk mengenalkan sport tourism,” jelas Dewanthono.
Fasilitas publik seperti bus gratis disediakan bagi atlet dan ofisial yang menunjukkan ID card acara. Masyarakat umum dapat menyaksikan pertandingan secara gratis tanpa tiket. Untuk komunitas dan klub tinju Jakarta, dikenakan biaya administrasi Rp5.000. “Penonton biasa gratis,” tambah Dewanthono.
Harapan Lahirnya Petinju Potensial
Kejuaraan ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit petinju potensial untuk masa depan. Dengan partisipasi lebih dari 400 petinju muda Asia, persaingan dipastikan ketat. Indonesia optimistis dapat bersaing dan meraih prestasi di hadapan pendukung sendiri.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan