Media Kampung – Ribuan pelari dari berbagai penjuru tanah air memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu (4/7/2026) pagi untuk mengikuti Bhinneka Run 2026. Acara lari bertema “Different Stories, One Finish Line” ini sukses diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta yang merayakan semangat persatuan melalui gaya hidup sehat.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, hadir langsung dan bertugas sebagai pengibar bendera tanda dimulainya lomba. Ia didampingi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat. Dalam sambutannya, Erick mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu tinggi.
“Senang sekali melihat masyarakat begitu antusias mengikuti Bhinneka Run. Lari membuat tubuh sehat, menjaga kebugaran, dan menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujar Erick.
Ia juga menekankan pentingnya keberagaman sebagai fondasi bangsa. “Fondasi bangsa kita Bhinneka Tunggal Ika dan itu menjadi fondasi yang sampai hari ini kita bersatu, dan banyak negara lain cemburu. Karena dengan segala perbedaan agama, suku, pulaunya ada 17.000, Alhamdulillah kita menjadi satu kekuatan tersendiri,” tuturnya.
Suasana Budaya Nusantara Sepanjang Lintasan
Sepanjang rute lari, para peserta disuguhkan atmosfer budaya Nusantara. Iringan musik tradisional dan sorak-sorai dari pendukung yang mengenakan kostum adat membuat suasana semakin meriah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelari yang datang dari berbagai daerah.
Misi Kemanusiaan dan Inklusivitas
Bhinneka Run 2026 tidak hanya sekadar ajang olahraga. Inisiator acara, Rahayu Saraswati, menyatakan bahwa hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk pengadaan buku bagi anak-anak dan remaja, serta perbaikan nutrisi anak-anak melalui yayasan yang telah dipilih.
“Melihat ribuan pelari dari berbagai latar belakang, suku, dan profesi berkumpul di sini dengan satu tujuan adalah kebanggaan luar biasa. Kami membuktikan bahwa di garis finis, kita semua sama: masyarakat Indonesia yang sehat, kuat, dan mencintai keberagaman,” tutur Rahayu.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah partisipasi peserta disabilitas yang turut serta menggunakan kursi roda. Mereka berjuang mencapai garis finis dengan semangat tinggi. Menpora Erick Thohir memberikan apresiasi khusus atas inklusivitas ini.
“Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali,” kata Erick.
Bhinneka Run 2026 menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi perekat bangsa yang efektif, sekaligus wadah untuk menebar manfaat sosial bagi masyarakat.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan