Media Kampung – AMD kembali menghadirkan inovasi dalam arsitektur prosesornya. Setelah sukses dengan core kompak Zen 4c dan Zen 5c, perusahaan asal Santa Clara itu kini bersiap meluncurkan jenis core baru untuk arsitektur Zen 6, yaitu core Low Power (LP). Temuan ini terungkap dari patch kernel Linux yang diajukan oleh AMD, seperti dilaporkan Phoronix.
Dalam dokumen kernel mailing list, dijelaskan bahwa core Low Power ini akan menjadi tipe ketiga selain core Performance dan Efficiency yang sudah ada. Core Low Power dirancang khusus untuk konsumsi daya minimal saat menangani beban kerja latar belakang atau saat sistem dalam keadaan idle.
Menurut Vishal Badole dari AMD, core Low Power diidentifikasi melalui nilai 2 pada CPUID Fn0x80000026 EBX. Ini mirip dengan konsep LPE (Low Power Efficiency) core milik Intel yang digunakan pada chip Panther Lake. Bedanya, semua core Zen AMD memiliki arsitektur dan set instruksi yang sama, sehingga penjadwalan thread lebih mudah dibandingkan dengan arsitektur hybrid Intel yang menggunakan P-core dan E-core berbeda secara internal.
Core Low Power ini diprediksi akan pertama kali hadir pada prosesor mobile AMD, khususnya APU untuk laptop. Selama ini, AMD sudah menggunakan core kompak seperti Zen 4c dan Zen 5c pada chip mobile, misalnya Ryzen AI 7 350 yang memadukan empat Zen 5 dan empat Zen 5c. Kehadiran Zen 6LP diharapkan semakin memperpanjang daya tahan baterai laptop, karena prosesor dapat bekerja hanya dengan daya beberapa watt untuk tugas ringan.
Namun, ada kekhawatiran potensi penurunan performa jika core Efficiency diganti dengan core Low Power yang memiliki clock lebih rendah. AMD dikabarkan akan beralih ke CCX (Core Complex) 12-inti pada Zen 6, sehingga laptop masa depan bisa menawarkan kombinasi performa tinggi dan efisiensi daya yang optimal.













