Media KampungYouTube mengumumkan pembaruan pada sistem pelabelan video yang menggunakan AI fotorealistik secara signifikan untuk meningkatkan transparansi konten. Pembaruan ini meliputi pemindahan label keterbukaan ke posisi yang lebih menonjol, serta penerapan deteksi otomatis untuk konten AI mulai Mei 2026.

Label untuk video panjang kini muncul langsung di bawah pemutar video dan di atas deskripsi, sementara untuk Shorts, label tampil sebagai overlay pada video. YouTube menyatakan langkah ini bertujuan agar penonton langsung mendapatkan konteks tentang penggunaan AI dalam video yang mereka tonton.

Selain itu, YouTube memperkenalkan sistem deteksi otomatis yang akan mengidentifikasi penggunaan AI fotorealistik yang signifikan pada video. Jika pembuat konten tidak mengungkapkan penggunaan AI, sistem ini akan secara otomatis memberikan label keterbukaan tersebut.

Para pembuat konten dapat mengubah status pengungkapan di YouTube Studio jika merasa konten mereka salah ditandai. Namun, beberapa kasus seperti konten yang dibuat menggunakan alat AI milik YouTube atau yang mengandung metadata C2PA akan tetap memiliki label secara permanen.

Perubahan ini merupakan bagian dari upaya YouTube untuk menyeimbangkan transparansi dengan kontrol kreator tanpa mengubah cara video direkomendasikan atau monetisasi. Langkah ini datang menyusul peningkatan konten AI yang menyesatkan, termasuk trailer film palsu yang sempat viral dan merugikan pengguna.

Pada Desember lalu, YouTube menutup dua kanal besar yang bertanggung jawab atas trailer palsu, setelah tekanan dari perusahaan besar seperti Disney yang menuntut perlindungan hak cipta atas karya mereka dalam pelatihan model AI generatif.

Dengan pembaruan ini, YouTube berupaya memberikan informasi yang tepat kepada penonton dan mendukung pembuat konten dalam menghadapi perkembangan teknologi AI yang pesat dan berdampak luas di platform mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.