Media Kampung – Princeton Digital Group (PDG) berhasil menghimpun pendanaan sekitar USD 856 juta untuk ekspansi pusat data hyperscale di Indonesia. Pendanaan ini akan digunakan untuk pengembangan kampus JC3 berkapasitas 120 MW di Bekasi, yang merupakan salah satu proyek pinjaman hijau terbesar di Asia.

Pendanaan ini disusun berdasarkan Green Finance Framework milik PDG, sehingga dikategorikan sebagai salah satu pinjaman hijau terbesar di Asia untuk sektor pusat data. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis dalam industri digital regional.

Kampus JC3 yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, akan menyediakan kapasitas 120 MW IT load. Proyek ini menjadi bagian dari strategi PDG untuk menghadirkan infrastruktur hyperscale-ready di Indonesia. Permintaan kapasitas pusat data terus meningkat seiring dengan adopsi cloud dan digitalisasi perusahaan.

Selain JC3, PDG juga telah meluncurkan JC4, berinvestasi dalam energi terbarukan, serta menjalin kemitraan strategis untuk meningkatkan konektivitas dan keberlanjutan operasional. Total portofolio PDG di Indonesia kini mencapai 400 MW. Sementara secara regional telah melampaui 1,8 GW di tujuh negara Asia termasuk Singapura, Jepang, India, Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan.

Keberhasilan pendanaan ini menunjukkan kepercayaan lembaga keuangan global terhadap model bisnis PDG. Menurut CEO Rangu Salgame, Indonesia menjadi pasar kunci karena ekspansi perusahaan hyperscaler domestik yang membutuhkan mitra dengan kecepatan, kepastian, dan standar global.

Selain itu, investasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama Foreign Direct Investment (FDI) di sektor ekonomi digital, khususnya cloud infrastructure dan AI. Dengan dukungan investor besar seperti Warburg Pincus, Ontario Teachers’ Pension Plan, dan Mubadala Investment Company, PDG diperkirakan akan terus memperluas kapasitasnya di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.