Media Kampung – Studio pengembang game Party Animals, Recreate Games, mendapat kritik tajam setelah mengumumkan kontes video yang menggunakan teknologi generatif AI. Kontes ini memicu kemarahan komunitas pemain dan pembuat konten, namun studio tidak membatalkannya melainkan membuka polling untuk menentukan kelanjutan kontes tersebut.
Pada tanggal 13 Mei, Recreate Games mengumumkan kontes video yang mengajak peserta membuat film pendek menggunakan alat AI generatif. Mereka menyatakan bahwa teknologi AI dapat mewujudkan ide-ide yang sebelumnya hanya ada di kepala, dan menyediakan hadiah dengan total dana 75 ribu dolar AS. Namun, pengumuman tersebut langsung mendapat respons negatif yang sangat kuat dari komunitas, terlihat dari banyaknya komentar dan ulasan buruk di platform Steam.
Kritik yang muncul berfokus pada kekhawatiran tentang penggunaan AI yang dianggap bisa menggeser karya seni buatan tangan dan merugikan para kreator yang mengandalkan kemampuan manual. Recreate Games pun angkat bicara dengan menyatakan bahwa tujuan kontes adalah memudahkan proses kreatif bagi mereka yang belum mahir menggunakan perangkat pengeditan atau animasi. Mereka menegaskan AI hanyalah alat bantu dan yang penting adalah ide dan hasil akhir karya tersebut.
Alih-alih membatalkan kontes, studio mengadakan polling dengan tiga opsi yaitu membatalkan kontes AI, mengubahnya menjadi kontes tanpa AI, atau melanjutkan dengan menambahkan kategori khusus untuk karya buatan tangan. Namun, langkah ini justru memperburuk situasi karena menimbulkan perdebatan lebih lanjut. Sebagian orang berpendapat bahwa tanpa kemampuan membuat video, peserta tidak pantas berharap menang, sementara yang lain menuntut studio menyediakan sumber daya pendukung seperti model dan tutorial agar lebih inklusif.
Beberapa kritik juga menuduh Recreate Games telah menggunakan AI secara internal dalam pengembangan game, yang selama ini menjadi kontroversi tersendiri. Hal ini membuat pernyataan bahwa AI hanyalah alat dianggap meremehkan kekhawatiran para kreator dan pemain.
Hasil polling yang sudah diikuti lebih dari 5.700 orang menunjukkan mayoritas 58% memilih agar kontes AI dibatalkan, sementara 35% ingin mengubahnya menjadi kontes non-AI, dan hanya 8% yang mendukung kelanjutan kontes AI. Polling ini masih berlangsung, namun tren suara jelas menolak penggunaan AI dalam kontes tersebut.
Sampai saat ini, Recreate Games belum memberikan komentar tambahan terkait respons negatif dan hasil polling yang ada. Kontroversi ini menjadi contoh ketegangan yang semakin meningkat antara inovasi teknologi AI dengan ekspektasi dan nilai yang dijunjung komunitas kreatif dan pemain game.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan