Media Kampung – Micron, produsen memori terkemuka asal Boise, Idaho, baru-baru ini memperkenalkan modul memori DDR5 berkapasitas 256 GB yang dirancang khusus untuk server kecerdasan buatan (AI). Modul ini menggunakan teknologi 1-gamma yang memungkinkan kecepatan transfer data mencapai 9.200 megatransfer per detik (MT/s), lebih dari 40% lebih cepat dibandingkan modul DDR5 yang saat ini diproduksi secara massal.

Peluncuran modul memori ini terjadi di tengah krisis pasokan memori global yang membuat stok RAM berkapasitas standar, seperti 16 GB, sulit ditemukan dan harganya pun melonjak. Keberadaan modul 256 GB dari Micron tentu menjadi terobosan signifikan bagi industri AI yang membutuhkan kapasitas dan kecepatan memori sangat tinggi untuk menjalankan beban kerja yang kompleks.

Micron menawarkan sampel modul RDIMM (Registered Dual In-Line Memory Module) ini kepada pengembang ekosistem server utama guna melakukan validasi platform dan memastikan kompatibilitas luas. Pendekatan ini bertujuan mempercepat proses pengujian dan penyempurnaan sebelum modul tersebut diproduksi secara massal dan digunakan secara luas di pusat data yang mendukung infrastruktur AI dan komputasi performa tinggi (HPC).

Untuk gambaran, modul DDR5 yang biasa digunakan untuk gaming saat ini memiliki kecepatan sekitar 7.200 MT/s untuk paket 2×16 GB, sementara CPU AMD yang populer di kalangan gamer biasanya hanya membutuhkan 6.000 MT/s. Kecepatan ultra tinggi yang dimiliki modul Micron ini jelas jauh melampaui kebutuhan konsumen biasa, menegaskan fokusnya pada segmen server dan pusat data yang memproses data dalam skala besar.

Selain kapasitas besar, modul 256 GB ini juga diklaim mampu mengurangi konsumsi daya hingga lebih dari 40% jika dibandingkan dengan menggunakan dua modul 128 GB. Efisiensi ini dicapai lewat teknik pengemasan canggih dan teknologi 3D stacking yang menggabungkan beberapa keping memori menggunakan koneksi melalui silicon vias (TSV).

Micron memang dikenal sering berada di garis depan pengembangan teknologi memori. Baru-baru ini, mereka juga memperkenalkan SSD data center berkapasitas 245 TB yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan memori di era data besar dan AI.

Peluncuran modul memori 256 GB DDR5 ini menjadi sinyal bahwa pengembangan teknologi untuk mendukung kecerdasan buatan terus berjalan pesat, meskipun tantangan dalam rantai pasokan global masih membayangi. Dengan inovasi seperti ini, pusat data yang menjalankan aplikasi AI dan HPC diharapkan dapat meningkatkan performa sekaligus efisiensi energi secara signifikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.